Asdos UGM Tewas di Thailand
Rino Tak Berdaya Lawan Arus Kuat
Selasa, 06 Nov 2007 12:26 WIB
Yogyakarta - Minggu 3 November pukul 15.00 waktu Thailand, speed boat yang ditumpangi rombongan dosen UGM menabrak tiang listrik di Teluk Bangkok. Arus kuat menerjang penumpangnya yang berjatuhan.34 Penumpang, termasuk pengemudi speed boat berhasil menyelamatkan diri dari arus kuat yang membelit mereka. Namun tiga penumpang lain, asisten dosen Fakultas Geografi UGM Rino Cahyadi dan dua warga Thailand, tidak kuasa melawan arus.Ketiganya tewas. Jenazah korban baru ditemukan 4,5 jam kemudian atau sekitar pukul 19.30. Sebelum celaka, rombongan dosen UGM ini baru saja melihat dampak tsunami di perairan Pattaya, Thailand.Menurut Langgeng, salah satu dosen UGM yang selamat, kapal berukuran 10 meter x 1,5 meter yang harusnya berkapasitas 15 orang itu, oleng saat berada di perairan Teluk Bangkok.Posisinya berada di atas pemukiman yang kini terendam air akibat tsunami pada Desember 2004 lalu. Kapal menabrak tiang listrik yang menjulang di dalam air. Kapal langsung terbalik dan menumpahkan penumpangnya yang tidak menggunakan pelampung. "Kapalnya memang tidak menyediakan pelampung, pemandu atau peralatan keselamatan lainnya yang memang minim. Hanya ada nakhoda," tutur Langgeng saat ditemui di rumah duka, Dusun Tegalasem, Desa Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta, Selasa (6/11/2007)Saat berada di atas kapal, kata Langgeng, Rino berada di deretan paling belakang. Posisi kursinya persis berada di belakang kursi yang didudukinya dan Prof Suratman."Saat kapal terbalik, semua langsung berusaha menyelamatkan diri. Saya juga langsung berenang, demikian juga Pak Ratman dan Pak Junun. Saya yakin Rino bisa berenang, namun karena kuatnya arus membuat dia kehabisan nafas," tutur Langgeng.Menurut Langgeng, dia berhasil keluar dari arus kuat setelah tubuhnya ditarik Prof Suratman.4,5 Jam kemudian, jenazah Rino baru ditemukan tidak jauh dari lokasi. Posisi mayat berdekatan dengan korban warga Thailand."Orang Thailand itu katanya juga bisa berenang, namun karena arus kuat dan ada turbulance mengakibatkan kehabisan nafas," kata Langgeng.Sementara satu jenazah wanita asal Thailand ditemukan di bawah kapal dalam posisi terhimpit.Lamanya penemuan jenazah, imbuh dia, disebabkan kendala komunikasi. Warga setempat kebanyakan tidak bisa menggunakan bahasa Inggris.
(umi/nrl)











































