Demo Buruh di Semarang Nyaris Ricuh, Seorang Digelandang

Demo Buruh di Semarang Nyaris Ricuh, Seorang Digelandang

- detikNews
Selasa, 06 Nov 2007 11:33 WIB
Semarang - Unjuk rasa menolak usulan besaran Upah Minimum Kota (UMK) di Semarang, Jawa Tengah, nyaris ricuh. Seorang pengunjuk rasa yang diduga sebagai provokator digelandang polisi.Unjuk rasa digelar di Balaikota Semarang, Jalan Pemuda, Selasa (6/11/2007). Sekitar 300 anggota Serikat Pekerja Nasional (SPN) dan sejumlah elemen buruh, ikut dalam kegiatan tersebut.Situasi memanas saat polisi dan Satpol PP menghadang pengunjuk rasa persis di pintu gerbang balaikota. Aksi dorong berulang kali terjadi. Namun, pintu gerbang tak kunjung dibuka.Massa yang datang dengan membawa spanduk, poster, dan sebuah mobil pengangkut pengeras suara tak kehabisan akal. Mereka memblokade jalan Pemuda. Arus lalu lintas sepanjang 2 kilometer pun macet total.Cuaca terik sepertinya membuat emosi naik. Setelah gagal membuka pintu gerbang, seorang pengunjuk rasa terlihat melempar sesuatu ke dalam halaman balaikota, ke arah kerumunan Satpol PP. Tanpa ba-bi-bu, lelaki berkaos putih itu 'diambil' dari kerumunan. Pada awalnya, ia meronta, namun setelah itu ia pasrah. Ia digelandang beberapa polisi berpakaian preman ke tempat yang jauh dari lokasi unjuk rasa. Tampaknya negosiasi buruh dan pihak Pemkot berhasil. Sekitar pukul 10.50 WIB, akhirnya Satpol PP membukakan pintu gerbang. Ratusan buruh yang menolak usulan UMK 2008 sebesar Rp 715.700 per bulan itu berteriak-teriak kegirangan. "Kami minta walikota merevisi besar usulan UMK 2008. Itu tidak sesuai dengan kebutuhan buruh," kata Koordinator Aksi, Nanang Setiyono. Nanang menyebutkan, UMK yang diinginkan buruh kurang lebih Rp 1, 1 juta. Berdasar perhitungan, seharusnya UMK Semarang pada tahun 2007 sekitar Rp 1.019.800, tapi akhirnya ditetapkan sebesar Rp 655 ribu.Hingga pukul 11.20 WIB, unjuk rasa masih berlangsung. Para perwakilan buruh bertemu dengan pihak Pemkot. Balaikota dipenuhi buruh yang berteduh, karena cuaca terik. (try/nrl)


Berita Terkait