Bush Suruh Musharraf Copot Seragam Militernya
Selasa, 06 Nov 2007 10:36 WIB
Washington - Presiden Pakistan Pervez Musharraf mendapat teguran dari Presiden AS George W Bush terkait krisis di negaranya. Musharraf diserukan untuk mencabut keadaan darurat, berhenti sebagai pimpinan militer dan segera menyelenggarakan pemilihan umum (pemilu).Namun Bush enggan membicarakan soal kemungkinan pengurangan dana bantuan untuk Pakistan."Kami harap di sana akan digelar pemilu secepat mungkin, dan presiden hendaknya menanggalkan seragam militernya," cetus Bush seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (6/11/2007). "Harapan kami, dia akan memulihkan demokrasi secepat mungkin," tandas Bush.Ketika ditanya apa yang akan dilakukan jika Musharraf mengabaikan seruan itu, Bush hanya berujar, "Yang bisa kami lakukan adalah terus bekerja sama dengan presiden tersebut, demikian pula dengan yang lainnya di pemerintahan Pakistan."Sebelumnya pihak Gedung Putih menyatakan, dana bantuan Washington untuk Pakistan tengah dikaji ulang. Krisis di Pakistan berawal ketika Musharraf menerapkan keadaan darurat pekan lalu di negeri berpenduduk 160 juta jiwa itu.Musharraf juga memecat hakim terkemuka negeri itu dan menerapkan batasan-batasan yang ketat pada media. Aparat kepolisian Pakistan telah menangkap sekitar 500 aktivis yang memprotes langkah Musharraf tersebut. Musharraf yang merupakan salah satu sekutu AS mulai berkuasa melalui kudeta pada tahun 1999 lalu.Seorang pejabat dekat Bush mengakui kalau apa yang dilakukan Musharraf adalah keliru. "Dalam penilaian kami, dia melakukan kesalahan," kata pejabat senior yang enggan disebutkan namanya. "Pertanyaannya adalah apa yang kita lakukan jika seseorang berbuat salah dan merupakan sekutu dekat," imbuhnya.
(ita/nrl)











































