7 Anggota Geng Motor di Bandung Digelandang Polisi

7 Anggota Geng Motor di Bandung Digelandang Polisi

- detikNews
Senin, 05 Nov 2007 20:07 WIB
Bandung - Meski sedang disorot masyarakat dan diburu polisi karena ulahnya yang sudah meresahkan, anggota geng motor di Bandung tetap saja beraksi. Polwiltabes Bandung pun mengamankan 7 anggota geng motor yang terlibat tawuran antar geng pada Minggu 4 November 2007 dini hari.Penangkapan 7 anggota geng yang masih berusia belasan tersebut berawal dari adanya tawuran antar geng di Jalan Mochammad Toha, Bandung, Jawa Barat.Menurut salah satu anggota geng yang tertangkap, Alon (16), dirinya bersama 6 orang lainnya menggunakan 4 motor. "Kami hanya kebut-kebutan saja di jalan. Pas mau pulang ke daerah Dayeuhkolot (Kab Bandung-red), di Jalan Mochammad Toha kami dilempari anak-anak geng motor lain. Jumlahnya lebih banyak dari kami, sekitar belasan," ujarnya kepada wartawan di ruang pemeriksaan Reskrim Polwiltabes Bandung, Jl Jawa, Bandung, Senin (5/11/2007).Tidak tinggal diam, dirinya dan teman-teman lainnya pun balas melempar batu yang memang sudah dibawa sebelumnya. Pada saat itulah, lanjut Alon, tiba-tiba datang polisi. "Kami langsung bubar. Tancap gas," cetusnya.ak lama kemudian, terjadilah kejar-kejaran dengan polisi. Nasib sial dialami teman Alon, sebut saja Rio. Motornya sengaja diserempet mobil polisi yang mengejarnya. Bruukk..Rio yang membonceng salah satu temannya jatuh.Teman Rio langsung lari tunggang langgang menyelamatkan diri. Sementara Rio pasrah digelandang ke Mapolwiltabes Bandung. Dari mulut Rio-lah, keluar 6 nama teman-temannya yang ikut dalam peristiwa tawuran itu."Saya dijemput ke rumah subuh pukul 05.00 WIB oleh satu mobil polisi," ujar pemuda yang mengaku putus sekolah itu.Menurut Alon, dirinya dan 6 teman lainnya baru bergabung dengan geng motor XTC sekitar 5 bulan. "Untuk bergabung, saya diospek di daerah Ciwidey," ujar Alon yang mengaku tidak mempunyai kartu anggota geng saat wartawan bertanya mengenai kartu anggota yang menjadi identitas setiap anggota geng.Hingga pukul 17.00 WIB, belum ada satupun orangtua yang menjemput mereka. Menurut salah anggota Reskrim, pembebasan mereka menunggu kedatangan orangtua masing-masing. (ern/nvt)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads