15 Mei 2026 Memperingati Hari Apa? Ada Cuti Bersama dan Lainnya

15 Mei 2026 Memperingati Hari Apa? Ada Cuti Bersama dan Lainnya

Widhia Arum Wibawana - detikNews
Rabu, 13 Mei 2026 10:45 WIB
Kalender Memperingati Hari Apa
Ilustrasi kalender (Foto: upklyak/Freepik)
Jakarta - Tanggal 15 Mei 2026 memperingati sejumlah hari penting, baik di tingkat nasional maupun internasional. Di Indonesia, tanggal tersebut juga ditetapkan sebagai cuti bersama dalam rangka peringatan Kenaikan Yesus Kristus.

Selain itu, 15 Mei 2026 juga diperingati sebagai Hari Keluarga Internasional hingga Hari Asisten Virtual Internasional. Sejumlah peringatan ini memiliki latar belakang dan makna yang berbeda-beda. Berikut daftar peringatannya.

Cuti Bersama Kenaikan Yesus Kristus

Pemerintah Indonesia menetapkan Jumat, 15 Mei 2026 sebagai cuti bersama Kenaikan Yesus Kristus. Penetapan tersebut mengikuti peringatan Hari Kenaikan Yesus Kristus yang jatuh pada Kamis, 14 Mei 2026 dan menjadi hari libur nasional.

Hari Kenaikan Yesus Kristus merupakan hari raya umat Kristiani untuk memperingati peristiwa naiknya Yesus ke surga setelah kebangkitan-Nya. Perayaan ini diperingati sekitar 40 hari setelah Hari Paskah dan selalu jatuh pada hari Kamis.

Penetapan libur nasional dan cuti bersama biasanya tercantum dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri Nomor: 1497/2025, Nomor: 2/2025, dan Nomor: 5/2025 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026.

Hari Keluarga Internasional

Tanggal 15 Mei juga diperingati sebagai Hari Keluarga Internasional atau International Day of Families. Merujuk National Today, peringatan ini ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya keluarga dalam kehidupan sosial.

Peringatan ini mulai diresmikan pada 1993 melalui resolusi Majelis Umum PBB dan diperingati setiap tahun pada 15 Mei. Hari Keluarga Internasional juga menjadi momentum untuk membahas berbagai isu yang memengaruhi kesejahteraan keluarga di seluruh dunia.

Tahun 2026, tema yang diangkat adalah "Families, Inequalities and Child Wellbeing". Tema tersebut menyoroti dampak kesenjangan terhadap kehidupan keluarga dan tumbuh kembang anak, sekaligus mendorong penguatan kebijakan yang mendukung kesejahteraan keluarga.

Hari Penolak Wajib Militer Sedunia

Peringatan lain pada 15 Mei adalah Hari Penolak Wajib Militer Sedunia atau International Conscientious Objectors Day. Dilansir dari National Today, hari ini ditujukan untuk menghormati individu yang menolak wajib militer karena alasan moral, agama, atau keyakinan pribadi.

Peringatan ini telah berlangsung sejak era 1980-an dan diperingati di berbagai negara melalui aksi damai maupun kampanye hak asasi manusia. Hari tersebut juga menjadi pengingat tentang kebebasan hati nurani dan hak setiap individu dalam menentukan sikap terhadap konflik bersenjata.

Hari Aspal Sedunia

Tanggal 15 Mei turut diperingati sebagai Hari Aspal Sedunia atau Asphalt Day. Merujuk National Today, peringatan ini berkaitan dengan sejarah penggunaan aspal dalam pembangunan jalan dan infrastruktur modern.

Aspal menjadi material penting dalam pembangunan transportasi karena dinilai kuat, tahan lama, dan mampu mendukung mobilitas masyarakat. Peringatan ini juga dimanfaatkan untuk mengapresiasi perkembangan teknologi konstruksi jalan dari masa ke masa.

Hari Asisten Virtual Internasional

Selain itu, ada pula Hari Asisten Virtual Internasional atau Virtual Assistants Day yang diperingati setiap 15 Mei. Dilansir dari Days of the Year, peringatan ini ditujukan untuk menghargai peran para asisten virtual dalam membantu pekerjaan administrasi, komunikasi, hingga pengelolaan bisnis secara daring.

Profesi asisten virtual berkembang seiring meningkatnya sistem kerja digital dan jarak jauh. Mereka banyak membantu pelaku usaha maupun perusahaan dalam menjalankan berbagai tugas secara fleksibel dari lokasi yang berbeda.

Itulah sejumlah peringatan yang jatuh pada 15 Mei 2026, mulai dari cuti bersama Kenaikan Yesus Kristus hingga berbagai hari internasional lainnya. Beberapa peringatan tersebut menjadi momentum refleksi terhadap isu sosial, pekerjaan, hingga kehidupan keluarga di tengah perkembangan zaman.

(wia/zap)



Berita Terkait