Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (PM) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin membeberkan angka kemiskinan di Indonesia yang terus mengalami penurunan sejak 2024. Pemerintah menargetkan tingkat kemiskinan nasional turun menjadi 7,36% pada 2026.
"Saya sampaikan datanya supaya lebih akurat. Jadi kemiskinan kita di tahun 2024 itu 8,57%, 8,57% tahun 2024. Tahun 2025 turun menjadi 8,25% dan hari ini kita akan terus kejar sampai di angka 7,36% tahun ini 2026, 7,36%," kata Cak Imin kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Cak Imin mengatakan angka kemiskinan ekstrem menunjukkan tren penurunan. Pemerintah menargetkan kemiskinan ekstrem bisa mencapai 0% pada akhir 2026.
"Target kemiskinan ekstrem 2024 0,99%, tahun ini ditarget maksimal 0,38 atau akhir tahun 0% kemiskinan ekstrem. Sementara alhamdulillah 2025 ada di angka sudah 0,78%," ujarnya.
Menurut Cak Imin, pemerintah telah menetapkan 88 kabupaten/kota sebagai prioritas pengentasan kemiskinan. Kementerian dan lembaga terkait akan difokuskan untuk mempercepat penanganan di wilayah tersebut.
"Dalam hal ini ada 88 kabupaten kota yang akan menjadi prioritas pengentasan kemiskinan. Supaya 88 kabupaten kota ini segera menjadi konsentrasi dari kementerian-kementerian dan lembaga agar kemiskinan ekstrem 0% 2026 ini bisa terwujud dan tercapai," ujarnya.
Ia optimistis target penghapusan kemiskinan ekstrem pada 2026 dapat tercapai. Sementara itu, pemerintah juga membidik angka kemiskinan nasional turun menjadi 5% pada 2029.
"Kita optimis dan yakin kemiskinan ekstrem 2026 ini 0%, kemiskinan 5% di 2029. Beberapa kebijakan khusus nanti Bapak Presiden sendiri yang akan mengumumkan," lanjut Cak Imin.
Simak juga Video: Prabowo Optimistis RI Bebas Kemiskinan Ekstrem di 2029











































