BK Rapatkan 9 Anggota DPR yang Diduga Terima Aliran Dana BI

BK Rapatkan 9 Anggota DPR yang Diduga Terima Aliran Dana BI

- detikNews
Senin, 05 Nov 2007 12:46 WIB
Jakarta - 9 Anggota DPR diduga menerima aliran dana sebesar Rp 31,5 miliar dari Bank Indonesia. Kabar ini membuat Badan Kehormatan (BK) berupaya membuktikan kebenaran informasi itu. Senin (5/11/2007) siang ini BK akan menggelar rapat internal.Rencana itu disampaikan anggota BK DPR Gayus Lumbuun usai rapat paripurna di Gedung DPR, Senayan, Jakarta. "Kita akan bahas siang ini pukul 13.00 WIB," ujar Gayus.Gayus mengatakan, dari informasi dan aduan yang diterima BK DPR, hingga kini ada 9 anggota DPR yang diduga menerima dana itu. Namun Gayus tidak mau menjustifikasi bahwa 9 nama tersebut terlibat kasus ini."Aduan ada. Tapi kita tidak boleh sebutkan siapa saksi dan atau pun namanya. Yang diadukan itu ada 9 orang. Tapi orang yang betul-betul terlibat berapanya, saya tidak tahu," jelas Gayus.Dia menambahkan, dari 9 nama yang diadukan ada beberapa anggota DPR yang tidak aktif. Meski demikian, hal itu tidak menghalangi BK meminta keterangan yang bersangkutan.Untuk membongkar kasus ini, BK akan bekerjasama dengan KPK. "Karena sesuai amanat dari ketua (Agung Laksono) untuk bekerjasama dengan KPK, karena bukti ada di mereka dan kami. Kebetulan kasusnya sama," jelas Gayus. Di tempat yang sama, Ketua DPR Agung Laksono menegaskan, menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut ke BK DPR."Satu bulan lalu kita rapat dengan BK dan seluruh fraksi soal dugaan dana BI. Semuanya sepakat diproses dengan menyerahkan semuanya kepada BK kalau ada anggota DPR yang melakukan pelanggaran etika," ujar Agung.Dua pekan lalu, KPK memulai pemeriksaan kasus ini dengan memanggil beberapa pejabat BI. Kasus ini terungkap berdasarkan temuan BPK dalam laporan keuangan tahunan BI 2004.Dokumen tersebut menjelaskan, ada dana Rp 31,5 miliar dicairkan oleh mantan Direktur Pengawasan BI Rusli Simanjuntak. Oleh Rusli, dana itu lantas diserahkan ke anggota Komisi Keuangan dan Perbankan DPR Antony Zeidra Abidin. (nik/umi)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads