Hindari Macet, Pelintas Pondok Indah Ngantor Setelah Subuhan

Hindari Macet, Pelintas Pondok Indah Ngantor Setelah Subuhan

- detikNews
Senin, 05 Nov 2007 11:43 WIB
Hindari Macet, Pelintas Pondok Indah Ngantor Setelah Subuhan
Jakarta - Pengecoran busway di Jl Metro Pondok Indah, Jakarta Selatan, memasuki hari kedua, Senin (5/11/2007). Karena kemacetan hari ini sungguh luar biasa, maka pada Selasa besok pekerja kantoran yang biasa melintasi Pondok Indah harus bersiap berangkat setelah salat subuh.Berikut suara para korban pembangunan busway koridor VIII Lebakbulus-Pondok Indah-Harmoni pada detikcom:Sri LestariBaru hari kedua pengecoran saja macetnya sudah ruarrrr biasa, apalagi selanjutnya ya? Pagi ini saya keluar tol Pondok Indah masih pukul 05.58 WIB dengan harapan jalan masih lancar. Namun begitu belok kanan di lampu lalu lintas setelah keluar tol kemacetan sudah mulai terasa.Dari lampu lalu lintas sampai kantor di Wisma Pondok Indah II (depan PIM) memakan waktu 35 menit. Di belakang saya ada teman yang keluar tol Pondok Indah pukul 06.05 sampai kantor pukul 07.00.Padahal tadi pagi sudah berangkat lebih pagi, pukul 05.20 dari rumah di Jatibening. Mungkin besok harus berangkat pukul 04.30 jadi habis salat subuh langsung berangkat. Stevent Han Rahardjo Sutiyoso telah berhasil membawa lalu lintas Jakarta stagnan dan menambah beban tugas ke gubernur baru. Herannya mengapa proyek beberapa koridor sekaligus dikerjakan,belum lagi masih ada proyek lain di luar busway yang sedang berjalan, sehingga menimbulkan kemacetan di mana-mana.Perjalanan saya ke kantor yang biasa hanya 45 menit, tadi menjadi lebih dari 1,5 jam. Kondisi ini membuat kondisi tubuh menjadi kurang segar sesampai di kantor. Sudah menjadi pertanyaan publik, di mana keberhasilan proyek busway ini sehingga terus dipaksakan?Ferry SuarlySampai kapan kita harus membohongi diri kita sendiri dengan terus mengatakan bahwa proyek busway adalah solusi instant dan termurah'untuk masalah kemacetan di Jakarta? Faktanya:1. Kemacetan saat ini justru semakin menjadi-jadi. Malah saya sendiri pernah mengalami kemacetan dari KM 20 (arah Tangerang - Tomang) akibat pembangunan busway di Slipi (mungkin satu satu kemacetan terpanjang di seluruh dunia untuk hari biasa).2. Dari koridor yang sudah jadi pun tidak berarti kelancaran lalu lintas menjadi lebih baik, setidaknya malah lebih macet dari sebelumnya. Barometer yang saya gunakan cukup sederhana yaitu jarak tempuh dari satu tempat ke tempat lain sebelum dan sesudah ada busway.3. Solusi yang termurah dan tercepat ini ternyata tidak murah dan cepat untuk perputaran ekonomi di Jakarta. Berapa banyak BBM yang terbuang percuma, oppurtunity cost, ekspor yang terhambat, investor yang ragu, percepatan pembangunan dan lainnya yang berakibat pada semakin tingginya biaya ekonomi tanpa diikuti dengan peningkatan produktivitas atau kesejahteraan. 4. Bukannya harga karcis dan operasional busway saat ini adalah subsidi? Sampai seberapa lama hal ini bisa dipertahankan mengingat jumlah koridor yang akan semakin banyak? Banyak yang berpendapat, dengan harga karcis subsidi saja banyak yang beralih ke kredit pemilikan motor (dengan berbagai alasan dan fleksibilitas), bagimana bila subsidi ini dicabut? Karena faktanya wacana untuk pengurangan subsidi sudah dibicarakan dan tinggal menunggu waktu pelaksanaan.5. Bila busway merupakan solusi yang baik, mengapa hanya beberapa negara kecil di Amerika Latin yang menggunakannya? Fasilitas penunjang yang terdapat di negara kecil saja banyak yang kita kurangi maka mana mungkin bisa diterapkan untuk permasalahan sebesar dan sekompleks Jakarta ini dan sekarang terbukti. WahjuKemacetan di Lebakbulus - Pondok Indah semakin menggila sejak dimulainya proyek busway. Ditambah dengan ditutupnya jalan alternatif via kompleks Pondok Indah. Yang ditakutkan, kemacetan akan terus terjadi walaupun jalur busway selesai dibangun karena para pengendara kendaraan pribadi enggan pindah ke TransJakarta.Ini karena rutenya yang melingkar (dari selatan, ke barat, lantas baru ke pusat) tidak seperti koridor lain yang langsung menuju pusat kota. Dapat dibayangkan lamanya waktu tempuh jika naik busway. Dengan terpusatnya titik transfer di terminal Lebakbulus (rute luar kota, dalam kota, dan busway) akan menambah rumit rekayasa lalin di Lebakbulus, Pasar Jumat, Pondok Pinang, Pondok Indah dan TB Simatupang. Awal tahun depan, arus lalin stagnan dari semua arah, kapan saja.HendraSaya tinggal di Lebakbulus yang biasanya ke Mal Pondok Indah Mal pagi-pagi hanya 10 menit tapi hari ini 1 jam. Ini sudah diperkirakan sebelumnya karena ada pengecoran jalur busway. Bisa dibayangkan pengecoran hari ini yang panjangnya baru 10 meter dampaknya sebegitu besar. Bisa dibayangkan kalau jalurnya sudah lebih dari itu macetnya bisa lebih parah lagi. Hari Sabtu saya mau ke Kelapa Gading, nggak bisa turun dari tol ke Cempaka Putih karena dari tol sudah tersendar sewaktu mau turun jalan ngantrenya sudah panjang. Demikian juga exit Sunter nggak bisa juga. Kerena apa? Karena di bawah jalannya macet dikarenakan jalur yang ada terpotong jalur busway.Demikinan juga kemarin saya ke Puri Indah, terlihat tol dari arah Merak macetnya panjang sekali padahal hari Minggu. Knapa? Krena dari tol tidak bisa lancar ke Jl Slipi karena jalur terpotong oleh busway.JuhartonoPerjalanan dengan motor hari ini benar-benar melelahkan. Saya tinggal di Merutung Limo Cinere yang bekerja di Harmoni, dan setiap hari melewati rute Tarangtengah,Kejaksaan, Pondok Indah, Arteri Permata Hijau, Pejompongan, Tanah Abang, Cideng dan Harmoni. Hari ini kemacetan parah dimulai dari perempatan Karangtengah menuju Kejaksaan, selepas Kejaksaan, kemacetan langsung kelihatan yang menuju Jl. TB Simatupang, merayap terus sampai depan ABN Amro di Jl Metro Pondok Indah, putaran di tengah Jl Metro Pondok Indah ditutup oleh polisi, hingga di bundaran Jl Metro Pondok Indah makin padat. Selepas depan gedung ABN Amro lancar hingga ke Arteri Permata Hijau yang menuju Slipi, tidak banyak antrean kendaraan hingga ke Slipi. Di jalan Pejompongan hanya tumpukan kendaraan yang terkena lampu merah. Perjalanan hari ini lebih lambat 10 menit dari hari hari sebelumnya, terlihat dari absen yang pada jam 08.33, biasanya 08.15 - 08.22 sudah sampai di kantor di Harmoni. Moh Ibnu WardhanaTadi pagi saya berangkat pukul 6 kurang 10 (biasa pukul 6) saya nggak lewat Pondok Indah. Dari rumah saya di Lebakbulus, Adhyaksa lewat Bona Indah terus ke Lebakbulus Rya yang tembus ke RS Fatmawati. Di situ lumayan lancar. Terus saya motong ke Cilandak tengah belakang Citos lancar sampai kantor di Gambir pukul 7 kurang 10 menit. Saya sudah tahu pas hari Minggu lewat Jl Metro Pondok Indah saja sudah macet kegangangu pengecoran busway.Kami tidak anti busway tapi memaksakan jalur busway di jalan 2 jalur adalah tindakan yang merugikan banyak pihak dan konyol.Ingin berdiskusi tentang kemacetan di Pondok Indah hari ini? Silakan bergabung di detikForum. (nrl/umi)


Berita Terkait