Anggaran Pemilu 2009 Fantastis, Blunder Anggota KPU Baru
Senin, 05 Nov 2007 09:31 WIB
Jakarta -
Belum genap sebulan bertugas, anggota KPU yang baru harus menerima kecaman dari berbagai pihak terkait anggaran dana Pemilu 2009 sebesar Rp 47,9 triliun yang terbilang fantastis. Anggota KPU dinilai telah melakukan blunder dengan tidak hati-hati mengungkapkan hal ini ke publik."Ini sebuah blunder. Masyarakat jadi sebal terhadap pemilu karena hanya menghabis-habiskan uang negara," kata Direktur Eksekutif CETRO Hadar Nafis Gumay dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (5/11/2007).Hadar meminta, anggota KPU baru lebih memahami tugasnya dan berhati-hati dalam menyampaikan sesuatu ke publik. Apalagi, berdasarkan informasi yang diperolehnya dari Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary, dana tambahan di luar anggaran APBN sebesar Rp 22 triliun yang ditandatangani Wakil Ketua KPU periode lalu Ramlan Surbakti, merupakan hitung-hitungan biro perencanaan setjen KPU."Dari mana mereka bisa mendapatkan perhitungan secara rinci seperti itu. Jumlahnya luar biasa. Ada permainan orang sekretariat jenderal yang bisa menjebak anggota KPU," cetus Hadar.Kalau mau buka-bukaan sejak awal soal dana pemilu, sebaiknya anggota KPU melampirkan semua dokumen berikut perinciannya. Tujuannya agar publik bisa mengetahui pasti, untuk apa saja dana itu dihabiskan."Kalau mau buka tidak begini caranya. Beberkan semua dokumen. Berikan penjelasan lengkap yang benar dan detail," tegas Hadar.Mengenai gagasan penghematan dengan menambah jumlah pemilih di tiap TPS menjadi 1.000 orang, Hadar mengaku tidak sepenuhnya setuju. Kondisi geografis di wilayah Indonesia tidak semuanya sama."Misalnya pada pemilu 2004, jarak rumah dia ke TPS cuma 2 km. Tapi karena ada penggabungan TPS mengakibatkan jarak bertambah menjadi 10 km. itu kan membuat orang malas ke TPS. Harusnya KPU membuat simulasi dulu, baru bisa menentukan seperti itu," tandasnya.
(bal/umi)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































