Pasokan Listrik Masih Kurang 150 MW, Jakarta Terancam Padam

Pasokan Listrik Masih Kurang 150 MW, Jakarta Terancam Padam

- detikNews
Senin, 05 Nov 2007 07:01 WIB
Jakarta - Pemasangan crane untuk menggantikan sementara tower transmisi saluran udara tegangan tinggi (SUTT) 150 KV Ancol-Angke yang roboh akibat kebakaran hanya bisa mengalirkan daya listrik melalui satu sirkuit. Pasokan listrik di Jakarta masih kurang sekitar 150 MW dan beberapa wilayah terancam pemadaman bergilir."Pemasangan crane berhasil dilakukan, tapi listrik baru bisa dialirkan melalui satu sirkuit," kata General Manager GM P3B Jawa-Bali PLN, Muljo Adji ketika dihubungi detikcom, Senin (5/11/2007).Sebuah tower, lanjut Muljo, biasanya dilalui dua sirkuit pengantar daya listrik yang berkapasitas 200-250 MW. Akibat kebakaran yang merobohkan tower D8 di daerah Rawabebek Gedong Panjang, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Jumat 2 November lalu, pengaliran daya listrik tidak bisa maksimal."Perbaikan tower diperkirakan butuh waktu 1 minggu," jelas Muljo.Meski begitu, Muljo mengatakan, dengan sistem interkoneksi jaringan, kekurangan pasokan listrik akan diambil dari jaringan lain. Jika memang harus terjadi pemadaman, dia mengatakan pemadaman akan dilakukan secara bergantian.Tahap I pukul 08.00-13.00 WIB pemadaman akan terjadi bagi para pelanggan yang dipasok dari Gardu Induk (GI) Gandul, GI Muarakarang, GI Tangerang, dan GI Bintaro.Tahap II pukul 13.00-18.00 WIB pemadaman akan dirasakan oleh pelanggan yang dipasok dari GI Durikosambi, GI Angke, GI Kebon Jeruk dan GI Cengkareng.Untuk mengurangi beban, Muljo mengimbau masyarakat mengurangi pemakaian listrik pada pukul 08.00-19.00 WIB dalam sepekan ini hingga perbaikan tower selesai. Ke depan, Muljo berharap kejadian ini tidak terulang lagi. Untuk itu PLN meminta masyarakat bisa ikut menjaga tower jaringan milik PLN. (bal/bal)


Berita Terkait