Hugo Chavez Berpeluang Jadi Presiden Venezuela Seumur Hidup
Senin, 05 Nov 2007 05:09 WIB
Caracas -
Kongres Venezuela akhirnya menyetujui usulan Presiden Hugo Chavez untuk menghapuskan pembatasan masa jabatan presiden. Hal ini membuka peluang bagi pemimpin kontroversial itu bisa menjabat seumur hidup.Dilansir AFP, Minggu (4/11/2007), keputusan itu diambil pada Sabtu (3/11/2007) dalam suatu paket perubahan konstitusi yang lemungkinan besar akan disetujui rakyat Venezuela dalam satu referendum bulan depan.Seharusnya, tanpa perubahan konstitusi, Chavez terkenal kawan akrab Fidel Castro itu akan mengakhiri jabatannya pada tahun 2013.Para anggota parlemen pro Chavez, yang menguasai dewan legislatif itu meneriakkan "setuju, setuju," dan meneriakkan slogan politik presiden itu, "Tanah air, sosialisme atau mati" ketika keputusan itu diambil.Jajak pendapat menunjukkan, sebenarnya rakyat Venezuela menentang pemusataan kekuasan pada presiden, tapi mendukung ketentuan-ketentuan yang menyenangkan dari pemimpin sosialis itu yang masuk dalam paket itu seperti mengurangi jam kerja menjadi enam jam dan memberikan manfaat keamanan sosial pada para sopir taksi yang tidak terdaftar.Sebaliknya, kelompok oposisi Gereja Katolik Roma, mahasiswa dan kelompok-kelompok hak asasi manusia mengecam sejumlah perubahan yang diusulkan pada konstitusi itu. Mereka mengecam keputusan itu sebagai kekuasaan otoriter yang diambil oleh seorang yang berikrar akan memerintah selama puluhan tahun. Beberapa protes bahkan sempat menimbulkan bentrok dengan aparat keamanan.Dalam pidato setelah sidang, para pendukung Chavez di kongres mengatakan, paket itu ditujukan pada kebutuhan rakyat miskin yang diabaikan pemerintah selama puluhan tahun oleh pemerintahan sebelum Chavez.Dengan hanya waktu sebulan untuk pebahasan, Chavez dengan mudah memenangkan keputusan yang mencerminkan popularitasnya di kalangan mayoritas rakyat miskin yang memperoleh manfaat dari pengeluaran dari sumber keuntungan dari minyak negara OPEC itu untuk klinik-klinik, sekolah-sekolah dan subsidi-subsidi pangan, kata jajak pendapat itu.Paket referendum itu memperkenalkan konsep-konsep baru hukum seperti properti sosial dan properti kolektif. Tujuannya mewujudkan impian ekonomi sosialis.Chavez yang berkuasa sejak tahun 1999, meraih kemenangan besar bagi terpilihnya kembali Desember tahun lalu dan mengatakan ia memerlukan waktu lebih banyak untuk mewujudkan sebuah negara sosialis yang dapat membantu melawan "imperialisme" Amerika Serikat.Wall Steeet, AS cemas bahwa paket itu akan menambah sulit investasi, terutama setelah presiden anti AS itu mengumumkan sejumlah nasionalisasi awal tahun ini dengan tekad menjadikan negara pengekspor minyak besar itu sebuah negara sosialis.Paket itu juga akan menghapuskan otonomi bank sentral, yang memberian Chavez menguasai cadangan internasional, memperkuat wewenang untuk menahan warga tanpa tuduhan dan membuka jalan untuk menyensor media dalam apa yang disebut situasi darurat politik.
(bal/bal)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































