Vonis Ajaran Sesat Dikhawatirkan Membatasi Kelompok Kritis

Vonis Ajaran Sesat Dikhawatirkan Membatasi Kelompok Kritis

- detikNews
Minggu, 04 Nov 2007 23:31 WIB
Palembang - Sejumlah warga Palembang, Sumatera Selatan mencemaskan penangkapan terhadap pengikut ajaran yang dinilai sesat, seperti Al Qiyadah Al Islamiyah. Mereka khawatir, akan muncul sikap pembatasan dari pemerintah terhadap kelompok-kelompok kritis yang berdasarkan ajaran agama."Kami tidak setuju dengan ajaran seperti Al Qiyadah itu, tapi seharusnya mereka diberikan penjelasan dan diajak berdialog, tapi jangan ditangkapi seperti itu. Kalau mereka memang benar berpikir atas izin Allah, kami percaya mereka akan mengikuti seperti yang kita yakini. Tapi kalau dipotong seperti itu, justru mereka kian menjadi yakin," kata Muhammad Imron, warga Tanjung Enim, kepada detikcom, Minggu (4/11/2007).Bahkan Imron mengaku takut jika nantinya pemerintah akan menggunakan alasan "sesat" untuk menghabisi kelompok-kelompok kritis yang berdasarkan pemikiran ajaran agama. "Apalagi, saat ini yang menjadi incaran adalah para mahasiswa dan pelajar," ujarnya.Imron menilai, pernyataan MUI bahwa lahirnya berbagai kelompok "sesat" itusebagai akibat kerja intilijen justru bukan tidak mungkin MUI-lah yang telahdisusupi intilijen. "Kalau mereka mau membubarkan Indonesia, atau mau membunuh orang di luar pengikutnya, mungkin harus dimusnahkan, tapi kalau hanya sebatas pemikirandan pemahaman, ya, bukan hak manusia menghabisinya. Dan kita sebagai umat beragama benar-benar dewasa," katanya.Hal yang sama dikatakan seorang mahasiswa IAIN Raden Fatah, Palembang, sebut saja Matahari, "Kami jadi takut melakukan diskusi mengenai Islam. Padahal, sebelumnya kami biasa saja membahas hadist, Alquran, dengan pemikiran kritis. Kini, kami takut, studi yang kami lakukan itu dinilai sesat," tuturnya."Jadi, kami mengharapkan pemerintah harus tegas menyosialisasikan soal aliran sesat kepada masyarakat. Jangan sampai sepotong-sepotong, sehingga merugikan cara pikir masyarakat Indonesia," kata mahasiswa Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah ini. (tw/bal)


Berita Terkait