Kurikulum Agama Sebabkan Aliran Sesat Muncul
Minggu, 04 Nov 2007 16:14 WIB
Jakarta - Menjamurnya aliran yang dianggap sesat di Tanah Air memunculkan banyak teori seputar penyebabnya. Salah satunya adalah kurikulum pendidikan agama yang tidak mumpuni."Kurikulum pendidikan agama saat ini sangat jauh dari memadai," kata Ketua Dewan Syuro PKS Hilmi Aminuddin usai menghadiri acara halal bihalal DPW PKS DKI Jakarta di JCC, Senayan, Minggu (4/11/2007).Kurikulum beragama, khususnya agama Islam, tidak membuat umat mengerti hakekat dari Islam. Materi yang diajarkan, menurut Hilmi, hanya itu-itu saja."Mulai dari SD sampai perguruan tinggi (materinya) gitu-gitu saja. Tidak jauh berbeda," jelasnya.Penanganan aliran sesat tidak bisa ditangani secara parsial. Semua pihak seperti alim ulama, pemerintah, dan masyarakat ikut bertanggung jawab atas kemunculan aliran macam Al Qiyadah Al Islamiyyah. Al Qiyadah dinyatakan sesat oleh Majelis Ulama Indonesia dan Kejati DKI.
(gah/nvt)











































