Musharraf Tetapkan Darurat, Benazir Bhutto Sebut Perang
Minggu, 04 Nov 2007 13:05 WIB
Karachi -
Pakistan dinyatakan dalam keadaan darurat oleh Presiden Jenderal Pervez Musharraf. Namun mantan PM Benazir Bhutto tidak gentar. Bahkan menyebut negara dalam keadaan perang.Bhutto menegaskan, penetapan negara dalam keadaan darurat bukanlah solusi menghadapi ekstremis. Sebaliknya, justru membuat ekstremis tambah semangat.Dia bergegas kembali ke Karachi dari tempat tinggal keluarga di Dubai, Uni Emirat Arab, begitu mendengar aksi Musharraf."Ini bukan keadaan darurat. Ini keadaan perang, dan rakyat Pakistan akan memprotesnya," ucap Bhutto dalam konferensi pers di rumahnya, Bilawal House.Perempuan yang dia kali menjabat PM ini sebenarnya sudah memiliki perjanjian pembagian kekuasaan dengan Musharraf menjelang Pilpres pada Januari 2008. Tapi sepertinya kesepakatan itu sirna."Saya kembali untuk menyemangati rakyat dan berkonsultasi mengenai aksi selanjutnya. Pemilihan bebas dan terbuka harus diselenggarakan tepat waktu, tapi ini tidak bisa diharapkan dari seorang diktator," kecam Bhutto.
(sss/ana)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































