"Yang diperiksa 6 orang, guide-nya sama porter," ungkap Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson Pasaribu, dilansir detikSulsel, Minggu (10/5/2026).
Erlichson menjelaskan, guide dan porter itu diduga lalai. Mereka nekat mendaki saat jalur pendakian Gunung Dukono ditutup lantaran masih berstatus level 2 atau waspada.
"Kan bisa dinilai sendiri. Inikan dilarang (pendakian), pasti kan lalai. Karena kan statusnya (Gunung Dukono) level 2, waspada," bebernya.
Keenam guide dan porter itu masih diamankan aparat kepolisian. Polisi masih mendalami sehingga rombongan pendaki bisa melakukan pendakian saat jalur ditutup.
"Kalau diamankan ini hanya statusnya masih saksi," ucap Erlichson.
Diketahui, tim SAR gabungan juga masih melakukan pencarian terhadap dua pendaki warga negara asing (WNA) yang masih hilang. Kedua pendaki asal Singapura itu bernama Heng Wen Qiang Timothy (30) dan Shahin Muhrez Bin Abdul Hamid (27).
"Ini kita masih menunggu hasil temuan dari tim di atas ini, kita nunggu di bawah," tuturnya.
Baca selengkapnya di sini.
(dwr/imk)











































