Fenomena Hantu Cekik, dari Politik Hingga Paceklik
Sabtu, 03 Nov 2007 14:56 WIB
Demak - Pada November 2005 silam, warga di 5 kecamatan di Demak digegerkan isu hantu cekik. Hantu yang dikenal dengan sebutan tekek itu muncul saat politik bergolak dan musim paceklik.Isu hantu cekik muncul dua tahun lalu saat warga Demak hendak menggelar hajatan pilkada. Banyak kalangan yang menilai hantu cekik dijadikan ajang pengalihan wacana pilkada.Di sisi lain, warga menilai isu hantu cekik terkait musim paceklik. Sebab, wilayah Demak dilanda pacekilk pada November 2005 itu. Tidak ada panen!Isu hantu cekik pada saat itu lenyap begitu saja dalam waktu kurang dari dua bulan.Awal dan akhir isu itu tak bisa diprediksi. Semua berlangsung alamiah.Nah...pada tahun 2007, fenomena serupa muncul di Desa Poncoharjo, Kecamatan Bonang dengan situasi yang tentu saja berbeda. Warga tidak bisa menyimpulkan hantu cekik terkait situasi politik, karena tidak ada momen apa pun.Namun mengenai paceklik, beberapa warga bisa mengaitkannya. "Meski ada hujan, saat ini sawah belum bisa digarap. Jadi ya nggak ada panen," kata Tasuki (60) kepada detikcom, Sabtu (3/11/2007).Kaur Keuangan Pemerintah Desa Poncoharjo ini menyebutkan, warga seharusnya sudahbisa memulai musim tanam sebelum Lebaran atau sekitar Bulan Agustus-September. Namun karena kekurangan air, sawah-sawah dibiarkan begitu saja.
(aan/fay)











































