Wakapolda Papua Diterjunkan ke Timika Tenangkan Massa

Wakapolda Papua Diterjunkan ke Timika Tenangkan Massa

- detikNews
Sabtu, 03 Nov 2007 11:13 WIB
Jakarta - Hingga pukul 13.00 WIT, Sabtu (3/11/2007), massa masih memblokir jalan-jalan di Timika, Papua. Kapolda Papua Brigjen Pol Max Donald telah memerintahkan Wakapolda Papua beserta para perwira untuk terjun ke Timika untuk melakukan pendekatan dan menenangkan massa. "Wakapolda telah terjun ke lokasi. Sejumlah perwira Polda yang berasal dari suku yang sama juga sudah kami terjunkan ke sana," kata Kapolda saat dihubungi detikcom. Menurut Kapolda, pihaknya akan terus melakukan upaya persuasif untuk menenangkan massa. Dengan cara persuasif itu, Kapolda berharap massa bisa memahami permasalahan yang terjadi dan mau menghentikan aksinya. Kapolda menilai aksi massa ini terjadi lantaran mereka tidak mengerti seluk beluk persoalan yang terjadi. Massa dari salah satu suku itu turun ke jalan lebih karena diprovokasi. Karena itu, pihaknya juga sudah meminta sejumlah anggota DPRD Papua dari suku yang sama untuk juga ke turun ke Timika memberikan penjelasan.Saat ini, lanjut Kapolda, polisi yang dipimpin Kapolres Timika berupaya keras untuk mengendalikan situasi. "Massa memang masih di sana, tapi eskalasinya sudah menurun," ujar dia. Aksi massa ini dipicu oleh meninggalnya Kepala Satuan Samapta Polres Timika AKP Yance Ikomau. Perwira polisi ini merupakan tokoh dari suku Paniai yang disegani. Dia meninggal di RS, setelah terlibat keributan dengan para anggota polisi di Mapolsek Mimika Baru. Keributan itu terjadi, karena anak Yance Ikomau ditangkap polisi akibat mabuk-mabukan. Karena tidak menerima dengan penangkapan anaknya itu, Yance pun marah dan protes. Yance terlibat perkelahian dengan anggota polisi lainnya. "Kapolsek mencoba melerai, tiba-tiba dia (Yance-Red) terjatuh dan dilarikan ke RS. Di RS itu, dia meninggal," kata Kapolda. Mendengar kematian Yance, sejumlah warga dari satu suku dengan Yance melakukan penyerangan ke Mapolsek Mimika Baru. Akibat penyerangan itu, bangunan Mapolsek mengalami kerusakan. Tidak ada korban jiwa dalam penyerangan massa itu. Setelah melakukan penyerangan ke Mapolsek, massa kemudian turun ke jalan memadati jalan-jalan utama di Timika. Hingga kini, massa masih melakukan aksinya. Mereka memblokir jalan-jalan itu dengan batu, kayu, dan sebagainya. (asy/aan)



Berita Terkait