MUI Duga Banyaknya Aliran Menyimpang Kerjaan Intelijen
Sabtu, 03 Nov 2007 11:09 WIB
Jakarta - Akhir-akhir ini aliran-aliran Islam yang menyimpang bertaburan. Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ichwan Sam menduga banyaknya aliran menyimpang, termasuk Al Qiyadah Al Islamiyah, itu sebagai salah satu konspirasi intelijen. "Jangan-jangan ini kerjaan intelijen yang mengadu domba umat Islam. Termasuk juga ini dimunculkan terkait agenda menjelang Pemilu 2009," ujar Ichwan Sam saat menjadi pembicara dalam dialog 'Trijaya FM' di Warung Daun, Jl. Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (3/11/2007). Bisa saja konspirasi ini dibuat, kata dia, untuk memecah belah umat Islam. Karena itu, menurut Ichwan, kepolisian diharapkan bisa segera menangani kasus-kasus aliran menyimpang dan sesat itu. Dia juga meminta semua pihak, baik itu umat Islam, pemerintah, atau media untuk bersikap arif dalam mewacanakan dan menangani kasus ini, agar tidak membuat masalah semakin keruh. Menurut Ichwan, dugaan adanya keterlibatan intelijen dalam kelompok Al Qiyadah Al Islamiyah itu terlihat dari kapabilitas dari tokoh aliran itu yang mengaku sebagai rasul. "Ini patut diduga ada apa di balik itu. Ada banyak soal. Ketika ada orang mengaku rasul, sejak kecil harusnya rasul itu sudah terlihat, dia harus ma'sum (terjaga-Red)," kata dia. "Apakah Ahmad Mushaddeq itu ma'sum? Itu analisa saja. Jangan-jangan sasarannya adalah umat Islam," sambung dia. Apalagi, menurut Ichwan, Ketua PBNU Hasyim Muzadi beberapa waktu lalu mengatakan munculnya aliran-aliran Islam itu juga hampir sama saat menjelang peristiwa G 30 S 1965 dulu. "Jadi ini patut diduga, ada intelijen di balik itu," jelas dia.
(asy/aan)











































