Demonstran Terobos Masuk Kejagung, Aparat Gelagapan
Jumat, 02 Nov 2007 13:32 WIB
Jakarta -
Para pendemo di Kejaksaan Agung lazimnya hanya bisa menggelar aksi di jalan raya depan gedung utama. Tapi kali ini, aksi 'berhasil' digelar di dalam Kejagung. Aparat Keamanan Dalam (Kamdal) Kejagung pun gelagapan.Pelaku aksi adalah 20 mahasiswa dari Mahasiswa Aliansi Transparansi Tangerang (Matras). Mereka leluasa masuk ke dalam Kejagung karena sebelumnya mereka salat Jumat di Masjid Baitul Adli Kejagung.Usai salat, suasana masih santai. Para wartawan malah bersiaga mencegat para jaksa agung muda untuk wawancara. Tanpa ba bi bu, para mahasiswa yang berjaket almamater hijau dan ikat kepala ini langsung menggelar aksi dan menarik perhatian karyawan Kejagung.Mereka berorasi di parkiran Kejagung lengkap dengan spanduknya. Mereka menuntut agar Kajati Banten Ajat Sudrajat segera diganti. Para mahasiswa ini menyesalkan pernyataan Ajat yang menyebutkan kasus Jalur Lingkar Selatan (JLS) tidak merugikan keuangan negara.Kasus dugaan korupsi JLS merugikan keuangan negara sebesar Rp 14 miliar. Kasus ini diduga melibatkan Bupati Tangerang Ismet Iskandar dan mantan Ketua DPRD Dadang Kartasasmita."Baru ada rasanya di seluruh dunia, Kajati membela salah satu pihak. Padahal kasus ini belum selesai dalam penyidikan," kata orator aksi.Petugas Kamdal Kejagung pun segera menghampiri demonstran. Mereka sungguh tidak menyangka ada aksi yang dilakukan di dalam kantor Kejagung. Petugas lalu menggiring demonstran keluar setelah 15 menit berdemo."Saya juga nggak tahu bisa bobol begini," keluh seorang petugas.
(fay/sss)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































