Pakem Kejari Bandung Kumpulkan Guru Agama SD-SMA

Pakem Kejari Bandung Kumpulkan Guru Agama SD-SMA

- detikNews
Jumat, 02 Nov 2007 13:21 WIB
Bandung - Menyusul maraknya aliran sesat akhir-akhir ini, Tim Pakem Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung akan mengumpulkan guru agama dari tingkat SD hingga SMA se-kota Bandung untuk mensosialisasikan mengenai "wajah" aliran sesat.Kajari Bandung Chuck Suryo Sumpeno kepada wartawan di Kantor Kejari Bandung usai rapat dengan Tim Pakem, Jalan Jakarta, Jumat (2/11/2007)."Ini adalah langkah preventif. Dalam waktu dekat Tim Pakem akan adakan pertemuan dengan guru agama dari mulai SD,SMP, hingga SMA dan tokoh masyarakat untuk mensosialisasikan penjelasan aliran sesat, seperti bagaimana pola perekrutan, ajaran mereka," ujarnya. Hal ini, kata dia, untuk menghindari adanya siswa yang ikut dalam aliran sesat atau yang diduga sesat. Karena berdasarkan pengalaman aliran sesat yang pernah muncul, mereka mencari kader dari kalangan muda, ceria, cendikia, dan kaya.Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Oji Mahroji mengaku hingga saat ini pihaknya belum menerima adanya laporan dari pihak sekolah mengenai keterlibatan siswa dalam kelompok aliran sesat."Sampai saat ini kami belum terima laporan. Untuk itu kami lakukan langkah preventif," ujarnya.Jumlah guru agama di Kota Bandung, ungkap Oji, mencapai 4 ribu orang. "Untuk pertemuan nanti, kami akan memanggil perwakilan saja dari pengurus Musyawarah Mata Pelajaran Guru Agama,"katanya. Lebih lanjut, kata Chuck, saat ini aliran yang sudah dinyatakan sesat oleh MUI baru Al Qiyadah Al Islamiyah. Sementara aliran lainnya yang diduga sesat, seperti Al Quran Suci masih belum ada fatwa."Tim Pakem sendiri baru melihat gejalanya saja, namun untukorganisasinya belum ada. Gejala yang kami lihat seperti adanya laporan orang yang menghilangkan diri karena diduga ikut aliran Alquran Suci, " katanya.Pihaknya mengimbau kepada masyarakat jika menemukan sesuatumencurigakan yang mengarah terhadap aliran sesat,segera menghubungi tim Pakem Kejari Bandung di www.kejaribandung.org atau SMS ke 085222234234 dan telepon 022 7103485. (ern/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads