Diketahui empat korban yang selamat tersebut yakni M Tahrul Hubaidi (31), Padli (30), Ngadiono (44), dan istrinya, Jumiatun (34). Dilaporkan hanya Padli yang mengalami luka ringan, sementara ketiga korban yang lain menderita luka bakar serius di sekujur tubuh mereka.
Saat dirawat di RSUD Rupit, Ngadiono mengaku sempat memiliki firasat buruk sebelum keberangkatan. Menurutnya, bus ALS yang mereka tumpangi tidak dalam kondisi yang bagus.
"Dari awal kami sudah punya firasat tidak baik. Kondisi mobilnya sudah tidak bagus, tapi saya dan istri saya (Jumiatun) terpaksa berangkat karena tiket sudah tidak bisa dibatalkan," kata Ngadiono, dilansir detikSumbagsel, Kamis (7/5/2026)
"Saat kejadian itu saya mendengar suara benturan keras, lalu tiba-tiba ada api dan langsung membesar. Seketika bus sudah terbakar," tambahnya.
Saat api mulai membesar, Ngadiono yang duduk di posisi tengah bus langsung memecahkan kaca jendela dan memanjat keluar bersama dengan istrinya. Tak lama kemudian, seorang penumpang yakni M Tahrul Hubaidi berhasil menyusul untuk menyelamatkan diri.
Dia mengaku hanya bisa menyaksikan kobaran api melahap bus serta para penumpang yang lain. Setelah itu, api semakin besar dan diikuti ledakan dari dalam bus.
"Kami hanya bisa melihat penumpang lain terjebak dan terbakar di dalam bus. Kami tidak bisa berbuat apa-apa," tuturnya.
Baca selengkapnya di sini.
Lihat Video '16 Orang Tewas dalam Kecelakaan Bus ALS VS Truk Tangki BBM di Muratara':
(azh/idh)











































