Insiden Mandala Kecelakaan Ringan, Tak Terkait Usia Pesawat
Jumat, 02 Nov 2007 12:11 WIB
Jakarta - CEO Mandala Airlines, Warwick Brady, menyatakan, kecelakaan pesawat Mandala seri Boeing 737-200 di Malang pada Kamis kemarin bisa saja terjadi di seluruh dunia. Kecelakaan ini merupakan kecelakaan ringan.Dia menyangkal insiden itu terkait dengan usia pesawat yang memasuki umur 20 tahun."Saya rasa susah mengaitkan dengan usia pesawat dengan kecelakaan tersebut. Apalagi Boeing seri 737 di dunia terkenal sangat kuat," ujar Brady saat ditemui di kantornya, Jl Tomang Raya, Jakarta Barat, Jumat (2/11/2007).Berikut tanya jawab wartawan dengan Brady:Sebelumnya apa ada warning dari pilot atau hal-hal lain?Setahu kami, saat penerbangan hingga mendarat, semuanya normal. Dan setelah mendarat sekitar 700 meter, tiba-tiba roda depan pesawat patah. Ini masih kami selidiki. Jadi kami belum bisa terlalu dini menyimpulkan sebab-sebab kecelakaan tersebut.Bagaimana dengan perawatan/engineering?Kami memiliki direktur engineering dari British Airways. Untuk operasionalnya, kita bekerja sama dengan Singapore Airways Company. Untuk kasus ini, saya langsung menugaskan ketua tim investigasi Mr Bryan (direktur engineering).Bagaimana kompensasi untuk penumpang?Mereka mendapat tiket gratis dan akomodasi.Bagaimana dengan korban luka?Hanya 4 kru yang luka dan itu cidera ringan.Bagaimana pelayanan penerbangan Mandala selanjutnya?4 Pesawat 737-200 di-grounded. Kami mengganti pelayanan dengan armada Airbus 320, 319, dan Boeing 737-400.Apakah ada human error dari pilot?Kami juga belum bisa memastikan. Kalau dari prosedur kami, direktur pilotnya langsung dari Belanda, yang mengawasi beberapa company juga di Eropa. Kami juga kerjasama dengan Boeing dan Airbus untuk pelatihan-pelatihan.
(nrl/sss)











































