Osteoporosis, Si Pendiam yang Menyerang Pemalas
Jumat, 02 Nov 2007 05:13 WIB
Jakarta - Hati-hati dengan penyakit satu ini. Dia dikenal sebagai si pendiam yang suka menyerang si pemalas. Dia adalah osteoporosis."Osteoporosisi tidak ada gejalanya. Ini bukan penyakit sih, sulit, ini silent disease. Wanita lebih banyak, 1 dari 3 wanita. Tiba-tiba tinggi badan berkurang 3 centimeter. Itu sudah dipastikan ada tulang yang osteoporosis," kata Ketua Umum Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (Prosi) Prof dr Ichramsjah A Rachman dalam jumpa pers dalam rangka memperingati hari osteoporosis nasional di Kantor Depkes, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (1/11/2007).Osteoporosis atau keropos tulang merupakan kondisi di mana tulang menjadi tipis, rapuh, keropos dan mudah patah akibat massa tulang yang berkurang terutama massa kalsium. Faktor resikonya macam-macam, lanjut Ichram, mulai dari gaya hidup, nutrisi, penggunaan obat-obatan tertentu dalam jangka panjang, kurang paparan sinar matahari, dan gangguan haid.Penderita osteoporosis mengalami trend yang meningkat dari tahun ke tahun karena perubhan gaya hidup. Menurut Ichram, orang yang semasa mudanya kurang gerak berpotensi besar menderita osteoporosis."Orang dulu nggak ada osteoporosis tapi giginya merah. Mereka makan sirih yang kapurnya tinggi. Orang dulu jalan, aktivitas sekarang cuma nonton TV, duduk, diam, makan. Orang nggak mau naik tangga, cari tangga berjalan," jelasnyaOrang yang banyak gerak lanjutnya membuat tulang makin padat sehingga bisa terhindar dari osteoporosis. "Orang yang sudah memanfaatkan teknologi modern, malas beraktivitas ancaman untuk kita. Anda boleh nbonton tv tapi pasang dong sepeda atau mesin lari-lari. Sambil olahraga nonton tv, daripada nonton tv sambil tidur," sarannya.Banyak beraktivitas saja tidak cukup. Aktivitas harus diimbangi dengan asupan gizi seperti kalsium, meminimalkan minuman yang mengandung soda dan terkena paparan sinar matahati pukul 8.30 WIB atau 15.30 WIB.
(gah/gah)











































