Ketua YLBHI Di-Mosi Tak Percaya Staf & Karyawannya

Ketua YLBHI Di-Mosi Tak Percaya Staf & Karyawannya

- detikNews
Jumat, 02 Nov 2007 04:57 WIB
Jakarta - Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) terbelit masalah internal lagi. Staf dan karyawan YLBHI mengajukan mosi tidak percaya kepada ketuanya, Arief Patramijaya Mirhan Zen. "Mosi ini dilayangkan sebagai bentuk akumulasi kekecewaan dan ketidakpercayaan kami terhadap kepemimpinan Patra," kata Direktur Advokasi YLBHI Taufik Basari dalam jumpa persnya dengan didampingi beberapa staf dan karyawan di Kantor YLBHI, Jl Borobudur, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (1/11/2007).Sementara mantan Asisten Kepala Kantor YLBHI Ola Labora Siahaan mengatakan, kepemimpinan Patra dinilai otoriter dan bertentangan dengan prinsip demokrasi yang selama ini diperjuangkan YLBHI. Lembaga tersebut tidak lagi sehat, karena adanya teror pada staf dan karyawannya, serta dinilai tidak menghargai kebebasan dalam mengajukan pendapat.Ola juga mengutarakan tentang pelanggaran terhadap hak perburuhan di lingkungannya. Dia mencontohkan kebijakan baru yang dikeluarkan mengenai struktur badan pengurus secara sepihak. Begitu juga kebijakan untuk mengubah atau menurunkan status karyawan tetap seperti karyawan kontrak."Praktik penerapan status menjadi tidak jelas. Seperti buruh kontrak, sangat bertentangan dengan perjuangan YLBHI selama ini yang konsisten menolak sistem buruh kontrak," tegas Ola.Ola menolak bila mosi tidak percaya ini ditunggangi dan beberapa penandatangan hanya ikut-ikutan. "Tudingan itu tidak benar, tidak pernah ada pihak di luar staf dan karyawan yang ikut campur dalam membuat mosi tidak percaya ini," ujarnya.Konflik ini sebelumnya memang sudah tercium sebelum hari raya Idul Fitri yang lalu. Namun, persoalan tersebut semakin menguat setelah sejumlah karyawan dan staf YLBHI mengungkapkan kebenaran telah melayangkan surat mosi tidak percaya terhadap Patra M Zen kepada Dewan Pembina YLBHI pada tanggal 10 Oktober 2007 lalu. (zal/gah)


Berita Terkait