Universitas Sriwijaya (Unsri) berduka atas meninggalnya dokter internship yang bertugas di RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal di Jambi, dr Myta Aprilia Azmy. Unsri mengatakan Myta mengikuti program yang berada di bawah Kementerian Kesehatan.
Dilansir detikSumbagsel, Selasa (5/5/2026), Myta diduga meninggal akibat beban kerja yang berlebih saat bertugas. Koordinator Humas Unsri Nurly Meilinda mengatakan Myta berstatus sebagai dokter yang menjalani program internship Dokter Indonesia di bawah kewenangan Kemenkes sesuai dengan peraturan Menteri Kesehatan Nomor 13 Tahun 2025.
"Pelaksanaan program, penempatan serta pengaturan beban kerja berada di bawah kewenangan pihak terkait di luar Unsri," katanya.
Unsri mendorong proses penanganan dan penyelesaian kasus ini dilakukan secara objektif. Dia mengatakan Unsri mengutamakan keselamatan tenaga kesehatan.
"Kami juga menegaskan komitmen terhadap pentingnya keselamatan dan kesejahteraan tenaga kesehatan," ujarnya.
Ketua Umum Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran (IKA FK) Unsri, Achmad Junaidi, mengatakan pihaknya akan mengawal kasus ini hingga tuntas. Dia mengaku telah mengirimkan surat kepada Kementerian Kesehatan pada 30 April 2026 untuk meminta audit terhadap rumah sakit tempat Myta bertugas.
"Kami menemukan berbagai rangkaian fakta yang sangat mengkhawatirkan dan berpotensi membahayakan keselamatan dokter internship," kata Junaidi.
Dia menyebut Myta diduga menjalani beban kerja berat tanpa waktu istirahat yang cukup. Dia mengatakan kondisi kesehatan Myta menurun sejak Maret 2026.
"dr Myta telah melaporkan gejala sakit, namun tetap dijadwalkan jaga malam dalam kondisi sesak napas dan demam tinggi," jelasnya.
Simak selengkapnya di sini.
Simak Video 'Kemenkes RI Buka Suara Terkait Viral Dokter Internship FK Unsri Meninggal':











































