Pantun SBY & Kisah Kopi Panas
Kamis, 01 Nov 2007 14:47 WIB
Bogor - Dulu sebutannya Rumah Sangat Sederhana (RSS), sekarang Rumah Sederhana seHat (RSH). Hanya bentuk dan luas bangunannya tetap mini, yaitu antara 18 sampai 21 meter persegi. Terkait peresmian RSH, Presiden SBY pun berpantun dan bercerita kopi panas. Presiden SBY pun membesarkan hati para penghuninya yang rata-rata berpenghasilan kecil. Bahwa rumah yang kecil tetap nyaman bila kebersihan dan keindahan lingkungan sekitarnya dipelihara secara baik."Rumah kecil itu pun rumah yang indah dan rumah yang manis. Mari jadikan kawasan ini indah berseri dengan menanam pohon," kata SBY dalam sambutannya meresmikan penggunaan 100 ribu unit RSH yang dipusatkan di Jonggol, Kab. Bogor, Jawa Barat, Kamis (1/11/2007). Setelah berkata demikian, ia meminta paduan suara anak-anak, mengulangi reffrain dari lagu Rumah Manis yang mereka nyanyikan di awal acara. Lagu mengisahkan rasa damai dan kebahagiaan keluarga kecil itu pernah populer pada pertengahan 80-an lalu. Usai menyimak lagu itu sampai tuntas, Presiden SBY kemudian membuka 'rahasia' kecil keluarganya. Di masa awal karir militernya di Bandung, ia pun menempati rumah kecil yang teramat sederhana sebelum akhirnya mampu mencicil rumah tipe 45 dan 70."Rumah saya di Dayeuh Kolot dindingnya gedeg (anyaman bambu). Jadi kalau lari dari depan ke belakang, satu detik sampai. Rumah kecil itu bawa keberuntungan. Kalau bikin kopi di dapur lalu dibawa ke depan, kopinya masih panas. Tapi kalau rumahnya 1.000 meter persegi, sudah dingin kopinya," kenangnya sambil melempar lelucon. Lebih lanjut Presiden SBY mengucapkan terimakasih pada para pengembang yang telah bersedia membangun ribuan RSH. Padahal proyek RSH tidak menjanjikan keuntungan sebesar banguan komersial dan rumah mewah. Namun bukan berarti urusan selesai hanya di pembangunan rumah. Perusahaan sekitar komplek perumahan berkerja sama dengan developer perlu menyediakan sarana umum dan sosial bagi warga, seperti sekolah dan Puskesmas."Kalau warga sejahtera, insya Allah perusahaannya makin makmur karena dicintai dan didoakan. Bunga selasih tak pernah layu. REI terimakasih, Thank You," ujar berpantun dibalas tepuk tangan ratusan hadirin yang terdiri dari anggota REI.
(lh/asy)











































