Gempa Dangkal Gunung Kelud Naik 10 Kali Lipat
Kamis, 01 Nov 2007 13:12 WIB
Bandung - Aktivitas Gunung Kelud kembali meningkat. Hal ini ditandai dengan meningkatnya aktivitas gempa vulkanik dangkal yang mencapai 400 kali sejak pukul 00.00 hingga 12.00 WIB, Kamis (1/11/2007). Selain itu temperatur kawah pun mencapai 39,5 derajat Celcius disertai dengan pembengkakan puncak gunung atau deformasi yang masih terus terjadi. Demikian disampaikan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro kepada wartawan di sela-sela acara halal bihalal di Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG), Jalan Diponegoro Bandung. "Kami baru mendapatkan laporan jika tremor di Gunung Kelud semakin meningkat.Temperatur kawah pun semakin panas meningkat dan pembengkakan puncak gunung terus terjadi," ujar Purnomo.Dirjen Mineral, Batubara dan Panasbumi ESDM, Simon F Sembiring mengungkapkan sejak pukul 00.00 hingga 12.00 WIB, terjadi gempa vulkanik dangkal sebanyak 400 kali. Sementara temperatur kawah dengan kedalaman 15 meter sebesar 39,5 derajat Celcius, untuk kedalaman 10 meter 38,3 derajat Celcius dan permukaan kawah mencapai 37,1 derajat Celcius. "Sementara untuk deformasi atau pembengkakan puncak gunung terus terjadi, per hari pembengkakan terjadi sekitar 0,8 persen," ujarnya.Kondisi ini, kata Simon, khususnya untuk tremor, sangat berbeda dibandingkan dengan hari Rabu (31/10/2007), yaitu aktivitas gempa vulkanik dangkal dalam periode yang sama hanya 45 kali. Artinya, gempa vulkanik dangkal hari ini naik 10 kali lipat dibandingkan kemarin. Berdasarkan website PVMBG di www. vsi.esdm.go.id, temperatur kawah pada 31 Oktober 2007 sejak pukul 00.00-06.00 WIB untuk permukaan 35 derajat Celcius, untuk kedalaman 10 meter 38,2 derajat Celcius dan kedalaman 15 meter 39,5 derajat Celicius. Menurut Purnomo, peningkatan aktivitas Gunung Kelud ini telah dilaporkan ke Satkorlak di daerah agar menginformasikan kepada masyarakat sekitar gunung. "Kami imbau daerah yang berada di wilayah rawan bencana yaitu 1 km dari puncak, 5 km dari puncak dan 10 km dari puncak untuk meninggalkan rumah mereka. Untuk teknisnya ditangani oleh Satkorlak, kami hanya menangani mitigasi bencana," ujar Purnomo.
(ern/nrl)











































