Pengguna Askeskin Bakal Membuncit, Premi Diharapkan Naik
Kamis, 01 Nov 2007 12:24 WIB
Jakarta - Nilai premi asuransi kesehatan untuk orang miskin (Askeskin) dianggap tidak memadai lagi karena jumlah penggunanya ditengarai akan meningkat pada tahun-tahun mendatang. PT Askes pun mengharapkan kenaikan premi program Askeskin."Program Askeskin relatif baru, karena sosialisasi yang gencar, pemanfaatan Askeskin akan meningkat menuju posisi yang matang," kata Direktur Operasional PT Askes I Gede Subawa di sela-sela seminar bertajuk 'Implementasi sistem kesehatan nasional kemitraan sektor publik dan swasta' di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Kamis (1/11/2007).Dibandingkan dengan Askes untuk pegawai negeri sipil (PNS) yang lebih stabil, pemanfaatan Askeskin untuk rawat jalan hanya seperlima dari yang seharusnya."Untuk Askes Sosial PNS mencapai 50 per seribu orang per bulan. Sedangkan Askeskin baru 10 per 1.000 orang per bulan. Kita maklum karena masyarakat miskin desa yang berobat ke RS kabupaten butuh dana. Mereka lebih berobat ke Puskesmas," kata Subawa.Menurut dia, untuk rawat inap, angkanya sudah mencapai 50 persen. Untuk PNS, angkanya adalah 4,4 per seribu orang yang dirawat. Sedangkan untuk Askeskin 2,7 per 1.000 orang per bulan dengan total masyarakat miskin yang berhak mendapat Askeskin pada 2007 sebesar 76,4 juta orang."Angka-angka itu di tahun mendatang akan meningkat persentasenya, sehingga biaya akan meningkat. Jadi tidak cukup lagi dengan Rp 5.000 per kepala per bulan," lanjut Subawa.Hitungan PT Askes, premi yang ideal sudah mencapai Rp 7.800 hingga Rp 8.000 per kepala per bulan. "Sehingga pada 2010 di mana program ini sudah matang, maka premi diharapkan mencapai Rp 10.800 per kepala per bulan. Itu baru hitung-hitungan kami, belum diusulkan," sambungnya.Dana pemerintah untuk Askeskin tahun 2007 yang dicairkan adalah Rp 2,1 triliun, dan akan mendapat tambahan dari pemerintah sebesar Rp 700 miliar. Sedangkan klaim RS seluruh Indonesia per bulan mencapai Rp 350 miliar.Terkait proses penerbitan kartu Askeskin, data masyarakat miskin yang masuk ke PT Askes dari seluruh Indonesia baru sekitar separuh jumlah pemerintah kabupaten/kota seluruh Indonesia."Yang sudah masuk 204 kabupaten/kota. Sedangkan yang belum masih 200-an lagi. Targetnya akhir November sudah masuk semua, sehingga Desember kita bisa entry datanya," tandas Subawa.
(nvt/nrl)











































