Lapaknya Digusur, Ratusan PKL Pasar Senen Melongo

Lapaknya Digusur, Ratusan PKL Pasar Senen Melongo

- detikNews
Kamis, 01 Nov 2007 11:54 WIB
Jakarta - Lapak-lapak dagangan yang berada di parkiran Pasar Senen Jakarta Pusat ditertibkan petugas Satpol PP. Lebih dari 500 pedagang kaki lima (PKL) hanya bisa melihat aktivitas itu dengan sorot mata pasrah.Penertiban lapak dilakukan sejak Kamis (1/11/2007) dini hari. Hingga pukul 11.30 WIB, aktivitas itu masih berlangsung. Sekitar 80 persen lokasi sudah bersih dari lapak-lapak dagangan.Petugas Satpol PP yang melakukan pembersihan bersenjata galah berpisau. Alat itu dengan gampang memutus tali-tali yang biasa dipakai untung menggantung baju. Kres...kres....Rencananya, lahan bekas lapak itu akan digunakan sebagai tempat parkir. Para PKL tersebut akah dipindahkan ke lantai 2 Pasar Senen.Terkait penertiban ini, suara pedagang terpecah dua. Pedagang yang memiliki kios mensyukuri kegiatan tersebut. Alasannya, dengan dibersihkannya PKL, maka para pembeli akan membeli dagangan ke kios mereka."Bagaimana pembeli mau beli di kios yang resmi kalau di parkiran saja tertutup lapak-lapak," kata Yur, pemilik kios kain di Pasar Senen. Yur sudah berjualan di tempat itu sejak 1972.Selain itu, lanjut dia, sewa lapak juga lebih mahal dari pada sewa kios. Hal itu dikarenakan para pembeli lebih banyak menyerbu lapak. "Kalau untuk lapak bisa Rp 800 ribu per bulan per meter. Kalau kios cuma Rp 700 ribu," imbuh Yur.Sebaliknya, pengusuran ini ditentang pemilik lapak. Terlebih pemilik lapak yang tidak mendapat lokasi pengganti berdagang di lantai 2 pasar."Kenapa harus dengan digusur kalau untuk lahan parkir. Kan lahan parkir bisa ditertibkan di tepi jalan," ujar salah satu pemilik lapak, Feri.Para pemilik lapak yang tidak mendapat ganti tempat berjualan pun harus mencari tempat lain di luar Pasar Senen. Karena itu, mereka pun sibuk mengemasi dagangannya dengan koper-koper besar.Salah satu pemilik lapak yang tidak mendapat ganti tempat, Aziz, terpaksa meletakkan dagangannya di kontrakannya. "Nggak tahu lagi ditaruh mana. Besok baru mencari tempat jualan," ujar pedagang baju-baju bekas ini. (nvt/ana)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads