Kos Mewah di Karet Diobok-obok, Puluhan Penghuni Dirazia

Operasi Yustisi

Kos Mewah di Karet Diobok-obok, Puluhan Penghuni Dirazia

- detikNews
Kamis, 01 Nov 2007 10:57 WIB
Jakarta - Operasi Yustisi di Kelurahan Karet Semanggi, Jakarta Selatan, berhasil menjaring 150 orang penghuni tanpa KTP DKI Jakarta. Puluhan di antaranya penghuni kos-kosan mewah.Operasi mulai digelar pukul 08.30 WIB, Kamis (1/11/2007). Operasi ini melibatkan petugas gabungan dari kepolisian, Satpol PP, dinas imigrasi, dan Koramil.Namun yang diterjunkan ke lapangan kebanyakan aparat Satpol PP. Mereka menyebar ke rumah-rumah penduduk. Tetapi sasaran utamanya adalah rumah-rumah kontrakan dan kos-kosan.Sebuah kompleks kos mewah pun tidak luput dari operasi mereka. Di sebuah kos-kosan mewah yang jaraknya 100 meter dari kantor Kelurahan Karet Semanggi, aparat sempat beradu mulut dengan penghuni.Kos-kosan berlantai 2 ini memiliki 140 kamar dengan lobi penerima tamu, fasilitas AC dan parkir bawah tanah. Harga sewa kamar per bulan antara Rp 560 ribu hingga Rp 2 juta.Sejumlah penghuni tidak terima dengan sikap Satpol PP yang dinilai tidak sopan. Dalam operasi, petugas Satpol PP langsung masuk menerobos ke kos-kosan tersebut. Mereka kemudian menggedor pintu kamar kosan sambil teriak-teriak, "Selamat pagi! Mohon keluar!""Memangnya ini tempat pelacuran, apa nggak bisa baik-baik. Nggak usah gedor-gedor begini," protes Poltak, salah satu penghuni kos yang tidak terima perlakuan aparat.Aparat, kata dia, seharusnya menemui pengelola kos dan meminta data penghuni dan tidak perlu mendatangi satu per satu kamar di kos tersebut. Namun Satpol PP pun tak kalah gertak. "Ini perintah gubernur, kalau mau protes ke gubernur saja langsung," katanya.Di kosan mewah ini, aparat menjaring 21 penghuni yang tidak memiliki KTP Jakarta. Berbagai alasan mereka kemukakan, mulai dari alasan baru bekerja satu minggu di Jakarta, sampai KTP-nya hilang karena banjir tahun lalu.Namun aparat tidak menerima alasan di tempat. Mereka pun digiring ke kelurahan. (umi/nrl)


Berita Terkait