Korban Tewas Ditabrak Mobil Kepala Dinas di Banten Bertambah Jadi 2 Orang

Korban Tewas Ditabrak Mobil Kepala Dinas di Banten Bertambah Jadi 2 Orang

Aris Rivaldo - detikNews
Sabtu, 02 Mei 2026 01:21 WIB
Mobil yang dikendarai kepala dinas Kabupaten Pandeglang menabrak kerumunan siswa SDN Sukaratu 5. Satu orang siswa dilaporkan meninggal dunia. (dok Istimewa)
Foto: Mobil yang dikendarai kepala dinas Kabupaten Pandeglang menabrak kerumunan siswa SDN Sukaratu 5. (dok Istimewa)
Pandeglang -

Korban meninggal dunia akibat ditabrak mobil Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pandeglang bertambah menjadi dua orang. Korban yang meninggal dunia ialah seorang pedagang di SDN Sukaratu 5.

"(Meninggal dunia) tadi pukul 15.00 WIB," kata Guru SDN Sukaratu 5, Rika, kepada wartawan, Jum'at (1/5/2026).

Rika mengatakan korban bernama Dewi Handayani sebelumnya menjalani perawatan intensif di rumah sakit usai ditabrak mobil Toyota Inova hitam yang dikendarai oleh Ahmad Mursidi. Korban di sekolah diketahui berjualan takoyaki untuk membantu ekonomi keluarga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"(Korban) punya anak dua. (Dagang untuk) membantu ekonomi keluarga," katanya.

Diberitakan sebelumnya, satu unit mobil Toyota Innova berpelat nomor A-1633-BF yang dikendarai oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pandeglang, Ahmad Mursidi, menabrak kerumunan siswa SDN Sukaratu 5. Satu orang siswa dilaporkan meninggal dunia.

Kasat Lantas Polres Pandeglang AKP Surya Muhammad mengatakan mobil pribadi milik Ahmad Mursidi melaju dari arah Perempatan Cikole menuju Pertigaan Cipacung. Setiba di lokasi, mobil tersebut oleng ke kanan dan langsung menabrak kerumunan siswa yang sedang berada di depan sekolah.

"Kita menjelaskan terkait kecelakaan lalu lintas di depan SDN Sukaratu 5, yang melibatkan kendaraan Toyota Innova hitam yang dikendarai oleh saudara Ahmad Mursidi, yang menabrak kerumunan anak sekolah yang ada di depan SD," kata AKP Surya, Kamis (30/4).

Surya mengatakan ada sembilan orang yang menjadi korban dalam kejadian tersebut. Semua korban mayoritas sebagai siswa, sedangkan dua orang lainnya pedagang dan sales.

(ygs/ygs)


Berita Terkait