Eman: Penyidik KPK Bilang Target Kasus AFIS Yusril

Eman: Penyidik KPK Bilang Target Kasus AFIS Yusril

- detikNews
Rabu, 31 Okt 2007 17:51 WIB
Jakarta - KPK menargetkan mantan Menteri Kehakiman dan HAM Yusril Ihza Mahendra dan mantan Dirjen AHU Depkum HAM Zulkarnaen Yunus sebagai tersangka, sementara Dirut PT Sentral Filindo Eman hanyalah saksi. Namun justru Yusril jadi saksi dan Eman bersama Zulkarnaen jadi terdakwa.Itulah pengakuan Eman Rachman dalam pledoi pribadinya di sidang Pengadilan Korupsi di Gedung Uppindo, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu (31/10/2007)."Kalimat target dikemukakan sendiri oleh para penyidik KPK yaitu Roni Santana, Gunawan dan Ivan kepada terdakwa dengan mengatakan dalam kasus dugaan (korupsi) AFIS ini targetnya adalah Pak Yusril Ihza Mahendra dan Pak Sekjen Dirjen Administrasi Hukum Umum Zulkarnaen Yunus," kata Eman.Namun, meski penyidik menyatakan seperti itu, Eman merasa diperiksa seolah sebagai pesakitan setelah mendengar pernyataan itu. Eman lalu diperiksa maraton selama hampir 30 jam tanpa istirahat."Pada hari yang sama, para penyidik KPK melakukan pemeriksaan terhadap terdakwa tanpa sebagaimana mestinya, dari pukul 09.30 pagi hingga keesokan harinya pukul 15.00 atau sampai sore hari berikutnya tanpa memberikan kesempatan terdakwa untuk istirahat," kata Eman.Pemeriksaan itu berakhir setelah Eman bersedia menandatangani Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Akibat pemeriksaan itu, Eman pun jatuh sakit, livernya mengalami pembengkakan sehingga dirawat 2 bulan di rumah sakit."Lalu setelah itu, terdakwa ditahan di Polda Metro Jaya," ujar Eman.Eman pun berang dengan statusnya sebagai tersangka itu karena merasa tak melakukan kesalahan apa-apa ketika perusahaannya ditunjuk sebagai pelaksana proyek AFIS yang bernilai Rp 18,5 miliar itu. Jika pun ada kesalahan administrasi, harusnya pejabatnya yang kena."Sangat lucu, bila negara dirugikan, maka pengusaha yang disita hartanya, sementara pengusaha rugi, negara tak berbuat apa-apa," tandas Eman. (aba/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads