Maraknya Aliran Sesat Mirip Prolog G30S PKI Tahun 1965
Rabu, 31 Okt 2007 15:37 WIB
Jakarta -
Sejak dua tahun belakangan ini, aliran sesat tumbuh subur di Indonesia. Fenomena ini pernah terjadi sebelum G30S PKI meletus di tahun 1965 lalu.Hal itu diingatkan kembali oleh Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi di kantornya, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Rabu (31/10/2007).Aliran-aliran yang menelikung dari ajaran murni, seperti Islam, imbuh dia, dilihat dari berbagai doktrin yang diajarkan pimpinannya, mulai dari salat 2 bahasa, pelecehan Alquran, dan yang paling berat aliran Al Qiyadah yang pemimpinnya Ahmad Moshaddeq mengaku nabi. "Ini mengingatkan kita pada aliran sesat prolog G30S PKI pada tahun 1964-1965. Saya tidak katakan ini ada hubungan, tapi Indonesia sudah dua kali ini terlanda maraknya aliran sesat," ungkap dia.Aparat, imbuh Hasyim, sepertinya juga kesulitan membedakan sesuatu yang sesat dan pemikiran bebas yang mengacu pada HAM.Data menyebutkan sejak 2001 hingga 2007, sedikitnya ada 250 aliran sesat yang berkembang di Indonesia. 50 Di antaranya tumbuh subur di Jawa Barat.
(umi/sss)










































