Banjir Melanda, 2 Sekolah di Pekanbaru Diliburkan

Banjir Melanda, 2 Sekolah di Pekanbaru Diliburkan

- detikNews
Rabu, 31 Okt 2007 14:43 WIB
Banjir Melanda, 2 Sekolah di Pekanbaru Diliburkan
Pekanbaru - Banjir yang menggenangi dua kecamatan di Pekanbaru membuat dua sekolah dasar terpaksa meliburkan siswanya. Hal itu dilakukan karena halaman sekolah mereka tergenang air. Sekolah Dasar (SD) Negeri 034 di Jl Nelayan Kecamatan Merantao Pandak tampak lengang. Halaman sekolah ini dalam dua hari terakhir menjadi salah satu kawasan yang terkena banjir. Bangku-bangku sekolah tampak dinaikkan di atas meja belajar. Lantai ruangan permanen itu sudah tergenang air setinggi 30 cm. "Pihak sekolah dua hari ini telah meliburkan khusus untuk kelas 1 sampai kelas 3 sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Libur ini terpaksa dilakukan karena halaman sekolah sudah tergenang air," kata anggota Komite SD 034, Rahmad (45) dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (31/10/2007). Menurut dia, keputusan untuk meliburkan kegiatan belajar mengajar dari kelas 1 sampai kelas 3 ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Sedangkan siswa kelas 4 sampai kelas 6 masih tetap mengikuti proses belajar mengajar walau kondisi halaman sekolah tergenang air. "Walau demikian jam belajar di sekolah ini dikurangi. Kalau biasanya siswa masuk pukul 07.15 WIB, kini jam belajar diulur hingga pukul 09.00 WIB. Waktu pulangnya kini juga lebih cepat, kalau biasanya pukul 12.30 WIB, kini anak-anak sudah selesai jam belajar pukul 12.00 WIB," terang Rahmad. Libur yang sama juga terlihat di SD milik Yayasan Miftahudin, Jl Yos Sudarso, Kelurahan Meranti Pandak, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru. Sekolah dengan gedung dua lantai ini juga meliburkan kegiatan belajar khusus kelas 1 dan 2 saja. Halaman sekolah Islam ini terlihat tergenang air setinggi lutut orang dewasa. Karena banjir, pihak sekolah mengubah jam belajar pagi menjadi siang, itu pun khusus kelas 3 sampai kelas 6 saja."Para wali murid telah menyetujui kalau anak-anak kelas satu dan dua diliburkan pihak sekolah. Kini pihak sekolah juga telah mengubah jam belajar pagi menjadi siang. Kita walimurid, menerima keputusan ini, karena memang kondisinya dilanda banjir," kata Yoserizal (47), salah seorang wali murid kepada detikcom. (cha/asy)


Berita Terkait