Bocah Tangerang Positif Flu Burung, Tapi RS Izinkan Pulang
Rabu, 31 Okt 2007 13:47 WIB
Jakarta - Hasil uji laboratorium terhadap seorang bocah asal Tangerang, Saleh Alfaruq (3), menunjukkan bocah tersebut positif terinfeksi H5N1. Tes darahnya menunjukan bahwa bocah itu memiliki PCR positif (+). Namun pihak RS Penyakit Infeksi (RSPI) Suliyanti Saroso justru mengizinkan bocah itu dirawat di rumah. "Mestinya diisolasi di rumah sakit, tapi keluarganya memaksa pulang," kata Direktur RSPI Dr Sardikin Giriputro saat dihubungi di Jakarta, Rabu (31/10/2007). Sardikin beralasan saat itu pihak dokter tidak kuasa menahan desakan anggota keluarga yang mengatakan bahwa seluruh anggota keluarga akan pulang kampung karena neneknya meninggal sehingga tidak ada yang menunggui. "Kita lakukan home isolasi, kita juga memberikan (obat) oseltamifir dan dilakukan pemantauan," imbuhnya. Kini pihak RSPI menyerahkan perawatan kepada dokter Puskesmas Kuta Bumi Tangerang. "Kondisinya stabil. Pasien ini tetangga dari pasien yang meninggal di RS Persahabtan beberapa waktu lalu," jelas Sardikin. Lazimnya pasien positif flu burung semestinya dirawat di ruang isolasi. Orang yang berada di sekitar pun mengenakan masker dan jas pelindung. "Cara terbaik seharusnya di ruang isolasi, tapi keluarganya juga dipantau," tambah Sardikin. Pasien ini dirawat di RSPI hanya selama 16 jam sejak 27 Oktober pukul 01.00 WIB. "Waktu itu dia dijemput karena hasil tes Litbangkes menunjukkan postif," tandas Sardikin. Sementara itu informasi yang diperoleh menyebutkan pihak rumah sakit sempat kelabakan saat mengetahui pasien pulang. Bahkan dokter yang berjaga memperoleh teguran. Selain itu disebutkan pemberian oseltamifir tidak bisa dilakukan sembarangan terkait dengan resistensi obat.
(ndr/nrl)











































