Eman Rachman Menangis Saat Bela Diri di Pengadilan Korupsi
Rabu, 31 Okt 2007 13:13 WIB
Jakarta - Rekanan pengadaan automatic fingerprints identification system (AFIS) Dirut PT Sentral Filindo Eman Rachman emosional saat memulai pledoinya. Eman sempat terdiam, tak kuasa menahan tangisnya.Eman memulai pledoinya dengan menceritakan pesan ayahandanya yang dikubur di Taman Makam Pahlawan. Ayah dan ibunya berpesan, agar makanan yang dimakan diambil dari rizki yang halal."Terdakwa memulai karier sebagai kurir arsip di Toronto, Kanada. Meniti karier sampai ke puncak, menjadi asisten chief executive officer di perusahaan yang beroperasi di 60 negara," kata Eman mengisahkan perjuangan hidupnya mencari rizki yang halal di sidang Pengadilan Korupsi di Gedung Uppindo, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu (31/10/2007)."Namun sesuai sunnah Rasul, terdakwa meninggalkan itu semua dan memulai berdagang. Terdakwa mendirikan perusahaan sendiri, PT Sentral Filindo, yang bergerak di bidang pengarsipan," kata Eman lalu terdiam beberapa saat.Terdengar suara Eman menahan senggukan selama hampir satu menit. Pengunjung sidang yang di antaranya diikuti keluarga Eman pun terdiam.Eman yang mengenakan baju koko berwarna putih dan peci putih terlihat sangat emosional pada persidangan yang diduga merugikan negara Rp 5,9 miliar ini. Saat membuka pledoinya pun, Eman memohon maaf kepada majelis hakim yang diketuai Moerdiono karena mengaku emosional menyusun pledoi.Sebelum sidang pun, Eman sempat bersitegang dengan keamanan KPK yang biasa mengawalnya. Eman meminta waktu untuk salat Zuhur di musala Gedung Uppindo di lantai 4, namun staf-staf KPK tak mengizinkan karena sidang akan digelar.Eman diminta salat di ruangan terdakwa saja, karena majelis hakim sudah bersiap memulai sidang. Eman pun terlihat uring-uringan dan sempat menunjuk-nunjuk seorang staf KPK.
(aba/nrl)











































