Reda Manthovani Inisiasi Program 'Jagain', Bantu Pengembangan NPC Indonesia

Reda Manthovani Inisiasi Program 'Jagain', Bantu Pengembangan NPC Indonesia

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Kamis, 30 Apr 2026 09:00 WIB
Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI, Reda Manthovani (Dok istimewa).
Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI, Reda Manthovani (Dok istimewa)
Jakarta - Kejaksaan Agung Republik Indonesia (RI) memiliki program yang bisa membantu pengembangan olahraga disabilitas di seluruh Indonesia. Program digitalisasi melalui aplikasi Jaga Inklusi (Jagain) membuat monitoring pengurus daerah National Paralympic Committee Indonesia (NPC Indonesia).

Program Jagain ini diperkenalkan oleh Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI, Reda Manthovani, saat menjadi pembicara dalam rapat kerja nasional (rakernas) NPC Indonesia di Lorin Hotel Solo, Selasa (28/4/2026) siang.

Reda Manthovani menyampaikan pentingnya penyediaan data yang bisa saling diakses oleh seluruh pengurus provinsi, pengurus pusat NPC Indonesia, serta Kejaksaan Agung.

"Kami berharap pengurus NPC Indonesia dari pusat, provinsi, dan daerah memiliki basis data terlebih dahulu karena, dengan adanya basis data, NPC punya legal standing yang kuat dalam melakukan pembinaan yang seragam," kata Reda Manthovani.

Dalam Undang-Undang No 16 Ayat 3 Tahun 2004 tentang Kejaksaan dijelaskan bahwa melalui bidang intelijen, pemerintah daerah memberikan perlakuan adil, setara, dan inklusif bagi penyandang disabilitas sesuai program Asta Cita.

Keberadaan aplikasi Jagain mempermudah pelaku olahraga disabilitas dalam menyampaikan permasalahan atau sebuah program kerja yang ada di daerahnya. NPC Indonesia (pusat) bersama institusi Kejaksaan mulai dari Kejaksaan Agung, Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri dapat membantu koordinasi, identifikasi awal audiensi dengan pihak terkait, dorongan kebijakan hingga pendampingan pelaporan.

"Itu merupakan dasar dari program Jaga Inklusi atau jaksa jaga disabilitas. Dengan adanya basis data ini, para jaksa di kejaksaan negeri itu bisa memantau, misalnya penyandang disabilitas yang masih ada diskriminasi atau kurang setara. Nah, nantinya bisa dilakukan intervensi, meminta pemerintah daerah untuk memberikan perhatian kepada atlet disabilitas," jelas Reda Manthovani.

Reda pun meyakini adanya program ini akan mendorong pembinaan atlet disabilitas menjadi lebih baik, meski prestasi yang sudah dicapai saat ini sudah luar biasa. Terakhir, Indonesia berhasil mendapatkan 135 emas, 143 perak dan 114 perunggu di ASEAN Para Games 2025, atau jauh melebihi target 82 medali emas.

"Harapannya dengan adanya perhatian dari pemerintah daerah masing-masing, menjadikan motivasi bagi atlet-atlet di daerah, karena yang dibutuhkan dari atlet-atlet penyandang disabilitas adalah perhatian yang lebih. Makanya diharapkan dengan adanya Jagain ini pemerintah daerah bisa men-jagain disabilitas," tutur Reda Manthovani.

Program yang diutarakan Reda Manthovani mendapatkan apresiasi dari pengurus provinsi NPC Indonesia. Imam Kuncoro selaku Ketua NPC Indonesia wilayah Provinsi Jawa Timur menyebut program tersebut bisa menjadi solusi dalam pengembangan olahraga disabilitas.

"Dalam agenda raker hari ini, kita punya narasumber yang kredibel, yaitu dari Kemenpora, dari Kejaksaan Agung, dan juga dari Kementerian Dalam Negeri. Dengan kehadiran beliau-beliau di raker ini, tentunya sangat menginspirasi kami. Dan, kami juga sangat mengharap dari regulasi beliau-beliau nanti NPC seluruh Indonesia akan menjadi besar, terutama regulasi dari Pak Reda Manthovani selaku wakil dari Kejagung yang sudah memberikan materi yang luar biasa," ucap Imam Kuncoro.

Imam pun mengusulkan dan mendukung penuh agar Reda Manthovani masuk sebagai bagian dari keluarga besar NPC Indonesia.

"Beliau terlibat langsung di dalam keluarga besar NPCI. Dan beliau siap untuk kami selaku ketua provinsi ingin menjadikan Bapak Reda dan Bapak Kejagung menjadi pengurus dan keluarga besar di NPCI Indonesia ini," ucap Imam Kuncoro.

Hal yang sama juga diungkapkan Alex Alua selaku Ketua NPC Indonesia wilayah Papua Pegunungan. Ia menyambut positif program-program yang sudah dipaparkan dalam rakernas NPC Indonesia.

"Saya merasa berterima kasih karena baru pertama kali kami ikut kegiatan Rakernas di Solo. Dan ada beberapa pemateri yang berikan materi yang sangat amat luar biasa buat kami. Semoga saja setelah kami pulang kembali ke Papua Pegunungan bisa menjalankan program pembinaan sesuai dengan arahan pemberian materi pada saat ini Rakernas di Solo ini," jelas Alex Alua.

"Dan kami sebagai kepengurusan dari DOB (Daerah Otonomi Baru) memiliki kendala kekurangan alat dalam berlatih. Tadi Prof. Reda Manthovani mau bantu alat peralatan untuk kami latihan sehingga benar-benar memberikan kepada kami. Kami siap latihan dan akan berkontribusi untuk menyiapkan atlet di sana untuk ikut event-event di internasional," sambungnya.

Adanya program Jagain diharapkan dapat membantu penyampaian aspirasi daerah sehingga pengembangan olahraga disabilitas semakin masif dan terstruktur.

Lihat juga Video: Jamintel Kejagung Hadiri Perayaan Hari Disabilitas Internasional 2025

(whn/dhn)



Berita Terkait