Delegasi Malaysia Tak Khawatir Datang ke Padang
Selasa, 30 Okt 2007 19:22 WIB
Padang - Kurang harmonisnya hubungan Malaysia dan Indonesia belakangan ini tidak membuat khawatir delegasi Malaysia untuk ikut serta Konferensi Zakat Asia Tenggara (KZAT) II yang berlangsung di Padang, Sumatera Barat, Selasa (30/10/2007. Sebanyak 50 orang anggota delegasi datang dengan senyum mengembang."Mengapa harus takut datang ke Indonesia. Semuanya baik-baik saja. Kami datang dengan hati terbuka," kata Ketua Delegasi Malaysia Profesor Madya H. Musa Ahmad, kepada wartawan di Hotel Bumiminang, Padang. Dikatakan Musa, sebagai bangsa serumpun, justru KZAT II di Padang ini dapat dijadikan kesempatan untuksemakin merapatkan hubungan. Duduk bersama memperbincangkan masalah-masalah zakat yang hendak dicari solusinya. Profesor pada Universiti Teknologi Malaysia MARA (UiTM) Malaysia ini menyatakan, zakat merupakan rukun Islam yang mempersatukan umat Islam. Tidak hanya mempersatukan masyarakat dua negara serumpun yang mayoritas beragama Islam, namun namun semua umat Islam di dunia. Bagi Malaysia, Indonesia merupakan negara sahabat, dan kedua negara saling dukung-mendukung dalam banyak hal. Nah, salah satu bentuk hubungan harmonis kedua negara, dalam konferensi zakat ini, Malaysia akan mendukung sekiranya Indonesia mengajukan diri sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Zakat Asia Tenggara (DZAT). "Kita akan menyokong," kata Musa Ahmad.Delegasi Malaysia yang berjumlah sekitar 50 orang, datang dari beberapa lembaga pengelola zakat di Selangor, Perak, Pahang dan beberapa lembaga lain. Mereka bagian sekitar 300 delegasi yang akan mengikuti KZAT II yang berlangsung mulai 30 Oktober hingga 3 November 2007. Delegasi lain berasal dari Singapura, Australia, Jerman, Syiria dan Thailand.
(yon/asy)











































