Kibuli Pengendara Mobil Lalu Merampok, Geng Api-api Didor

Kibuli Pengendara Mobil Lalu Merampok, Geng Api-api Didor

- detikNews
Selasa, 30 Okt 2007 15:13 WIB
Jakarta - Saat mengendarai mobil, Dewi (39) diberitahu kendaraannya rusak. Ada 3 orang yang menyampaikan informasi itu secara 'berantai'. Dewi pun masuk perangkap, lalu tas miliknya dibawa kabur. Komplotan ini didor polisi.Peristiwa ini berawal saat Dewi yang hendak berangkat kerja melintas di Jalan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Selasa (30/10/2007) pukul 08.00 WIB.Melihat mangsa empuk, Geng Api-api yang beranggotakan 6 orang yakni DRM,HRM, LRN, DNL, GHD dan IWN kompak beraksi.DRM langsung memberi 'kode' kepada 5 rekannya seputar mobil Dewi yang bakal menjadi sasaran kali ini. Informasi itu disampaikan via SMS. Informasi itu langsung ditindaklanjuti rekan-rekannya."Mbak... ban belakang oleng," teriak HRM yang berdiri di pinggir jalan.Dewi yang mengendarai Suzuki APV warna biru ini tidak mempercayainya. Warga Pondok Aren ini terus melanjutkan perjalanannya.Saat melintasi tikungan, ada LRN yang memberitahukan kerusakan mobilnya. "Itu knalpotnya mengeluarkan api," kata LRN. Dewi tetap masih belum mempercayainya.Namun selang 100 meter, Dewi lagi-lagi mendapat informasi serupa. "Itu mobilnya oleng," kata DNL.Mendapat informasi kerusakan dari 3 orang, Dewi pun akhirnya menjadi penasaran. Dewi menghentikan mobilnya di depan bengkel yang masih tutup.Perempuan ini turun dan mengecek informasi sesat itu.Tiba-tiba datang GND dan IWN yang mengendarai motor Yamaha Jupiter MX B 6436 BWE dan langsung menawarkan jasanya."Rusak ya Mbak, saya tolongin," kata GND.Dewi bersedia dibantu. Keduanya lalu memeriksa mesin bagian depan.Nah... saat Dewi dan GND memeriksa mesin, IWN langsung membuka pintu mobil secara perlahan dan menyikat tas Dewi, lalu disembunyikan di balik jaket."Wah kayaknya butuh alat nih, kita ambil alat lagi ya," kata IWN. Dewi pun bersedia menunggu. GDN dan IWN lalu kabur dengan motornya.Saat masuk kembali ke dalam mobilnya, Dewi kaget bukan kepalang setelah mendapati tas kerjanya raib. Dia berteriak meminta tolong. "Maling... maling..." teriak Dewi.Beruntung lalu lintas di jalan saat itu padat merayap, GDN dan IWN pun dapat dilumpuhkan polisi setelah timah panas menerjang kaki dan paha mereka. Geng Api-api akhirnya dibekuk dan ditahan di Polsek Pesanggrahan."Ini sudah merupakan kejahatan jalanan (street crime). Modus ini seperti modus ranjau paku, bergerombol, dan berkelompok," kata Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Chairul Anwar di kantornya, Polsek Pesanggrahan, Jalan Bintaro.Menurut dia, Geng Api-api mengaku baru beroperasi sebanyak 13 kali dalam 11 bulan. "Namanya pencuri masak ngaku maling, pasti lebihlah," ujarnya. (aan/sss)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads