Polisi Ungkap KA Argo Bromo Melaju 110 Km/Jam Sebelum Tabrak KRL di Bekasi

Polisi Ungkap KA Argo Bromo Melaju 110 Km/Jam Sebelum Tabrak KRL di Bekasi

Wildan Noviansah - detikNews
Selasa, 28 Apr 2026 16:35 WIB
Proses evakuasi gerbong kereta rel listrik (KRL) yang terlibat kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, berlangsung dramatis pada Selasa (28/4/2026). Petugas gabungan terlihat berjibaku mengevakuasi gerbong yang ringsek parah usai tabr
Foto: Pradita Utama/detikFoto
Jakarta -

Korlantas Polri menggunakan teknologi metode Traffic Accident Analysis (TAA) untuk menyelidiki kecelakaan kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat. Berdasarkan penyelidikan sementara, KA Argo Bromo melaju dengan kecepatan 110 km/jam sebelum tabrak KRL.

Kasi Pullahjianta Subdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri, Kompol Sandhi Wiedyanoe, mengatakan kecelakaan bermula saat taksi Green SM mengalami masalah kelistrikan dan berhenti di perlintasan kereta. Kemudian, taksi itu tertemper KRL.

"Akibat dari permasalahan kendaraan tersebut, terjadilah tabrakan yang melibatkan kereta api dengan kendaraan tersebut dan mengganggu proses perjalanan kereta api-kereta api yang lain," kata Sandhie kepada wartawan, Selasa (28/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kecelakaan itu menyebabkan kerugian material dan mengganggu perjalanan KRL lainnya dari arah berlawanan. Saat KRL lain masih tertahan di stasiun, datang KA Argo Bromo hingga berujung tabrakan.

"Karena perjalanan kereta api lainnya terganggu, KRL yang menunggu proses evakuasi, mungkin akibat kurangnya koordinasi ataupun informasi, tidak mampu memberikan informasi menyeluruh ataupun akurat kepada kereta api Argo Bromo Anggrek. Di mana ketika itu sedang melintas dengan kecepatan 110 kilometer per jam," ucap Sandhi.

"Akibat kurangnya informasi dan koordinasi tersebut, terjadilah tabrakan di Stasiun Bekasi Timur lebih tepatnya yang mengakibatkan beberapa korban meninggal dunia," imbuhnya.

Kecelakaan itu terjadi pada Senin (27/4) malam. Total korban tewas akibat kecelakaan itu berjumlah 15 orang. Selain itu, ada puluhan orang yang terluka.

"Iya, 15 meninggal," kata Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Martinus Ginting di Rumah Sakit Bhayangkara Tk.I Pusdokkes Polri (RS Polri), Jakarta, Selasa (28/4).

Lihat Video 'AHY Cek Stasiun Bekasi Timur, Soroti Banyaknya Perlintasan Sebidang':

(wnv/fas)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini