Kecanduan Seks Bill Clinton Diumbar Gerald Ford
Selasa, 30 Okt 2007 14:25 WIB
Washington - "Dia sakit. Dia kecanduan (seks). Dia butuh berobat," kata mantan Presiden AS Gerald Ford mengomentari penerusnya, Bill Clinton. Bahkan dia menyebutkan Hillary Clintonlah yang 'mengenakan celana' di keluarga Clinton.Begitulah kecaman Ford pada Clinton yang tertuang dalam buku 'Write It When I'm Gone: Remarkable Off-the-Record Conversations with Gerald R. Ford' yang ditulis Thomas M DeFrank.Bukan hanya Ford yang mengomentari polah seksual Clinton. Istri Ford, Betty, juga menyetujui pernyataan suaminya. Bahkan dia merekomendasikan presiden yang pernah digoyang kasus perselingkuhan dengan Monica Lewinsky itu tempat berobat."Anda tahu, ada pengobatan untuk kecanduan seperti itu. Banyak pria yang mau melakukan pengobatan dan berhasil. Tapi dia tidak karena dia menyangkalnya," komentar Betty saat berbincang dengan Thomas yang menjadi Kepala Biro Daily News Washington seperti diberitakan themoderatevoice, Selasa (30/10/2007).Menurut Daily News, Ford pertama kali bertemu dengan Clinton saat suami Hillary itu berkunjung ke rumahnya pada tahun 1993. Ford yang meninggal tahun 2006 kala itu mengakui kharisma Clinton, bahkan lebih kharismatik dibanding John F Kennedy.Ford yang tidak menyukai kebijakan luar negeri Clinton mengaku saat pertemuan di tahun 1993 itu sudah melihat 'kebajulan' presiden yang pernah berkunjung ke Aceh tersebut. Katanya, itu bisa terlihat dari matanya."Menurut saya, dia tidak akan melewatkan pemandangan rok pendek pada setiap kesempatan. Matanya jelalatan ke mana-mana. Betty juga menganggapnya seperti itu. Sangat kelihatan apa yang sedang diminatinya," ucap Ford yang meminta bukunya dirilis jika ia sudah mangkat.Nah, pendapat Ford sangat berbeda 180 derajat ketika dimintai pendapatnya soal Hillary Clinton. Menurutnya, Hillary adalah wanita yang kuat dan lebih tangguh dibanding Clinton."Dia sangat pintar, kuat. Saya rasa Clinton tergantung pada Hillary. Hillary akan mendapatkan tiketnya (menjadi presiden) pada tahun 2004, kalau tidak, 2008. Pokoknya salah satu dari itu. Anda bisa menuliskan itu," ramalnya Ford saat diwawancara pada tahun 2002.Bagaimana kans Hillary? "Saya rasa negeri ini belum siap ada presiden wanita," ulasnya.Nah, kehadiran buku ini diperkirakan akan menuai kontroversi dengan adanya kisah Clinton yang dituliskan Ford sebagai maniak seks. Clinton melalui juru bicaranya, Howard Wolfson, menolak mengomentari buku tersebut.
(ana/sss)











































