Memerangi Pencurian Rel
Bahaya di Jalur Penuh Celah
Selasa, 30 Okt 2007 14:16 WIB
Semarang - Dari aspek peralatan maupun kondisi geografis, jalur kereta di Jawa Tengah memang masih rawan dijahili. Jalur-jalur penuh celah itulah yang patut diwaspadai. Berdasarkan data PT KA Daops IV Semarang, ada dua jalur kereta belum dilengkapi alarm yakni Semarang ke arah timur atau arah Surabaya dan Semarang ke arah selatan atau arah Solo. Dua jalur itu masih menggunakan perangkat manual, sehingga tak bisa mendeteksi adanya kerusakan. Kondisi dua jalur tersebut juga sepi. Pemukiman yang dilalui tidak sebanyak jalur Semarang ke arah barat atau arah Jakarta dan memungkinkan adanya aksi kriminal. Satu-satunya jalur yang agak aman adalah Semarang ke arah barat atau Jakarta. Jalur ini sudah menggunakan mesin elektrik. Ketika ada hal yang tidak beres, alarm yang berupa lampu merah langsung menyala. Hal itu pernah terjadi saat sarana kereta dicuri di Brebes beberapa waktu lalu. "Lampu merah menyala dan masinis pun menghentikan keretanya," kata Kepala Humas PT KA Daops IV Semarang, Warsono.Dengan perangkat tersebut, kereta di-warning mengenai kemungkinan adanya kerusakan rel. Lampu merah baru akan mati saat pusat pengendali yang berada di Stasiun Tawang Semarang menyatakan kondisi aman dilalui. Warsono mengaku tidak tahu kapan jalur Semarang ke arah Surabaya dan Solo akan dipasangi alat elektrik sebagaimana jalur Semarang ke arah Jakarta. Pasalnya, hal itu kewenangan pusat."Ya kalau kami kan cuma tinggal pasang. Kapan saja, tentu mau dan bisa," ungkap lelaki bergelar magister sains ini. Saat ini, satu-satunya yang bisa dilakukan adalah memperbanyak jadwal pengecekan rel. Kalau biasanya dalam sehari hanya satu dua kali pengecekan, kini bisa tiga empat kali."Karena jumlah petugas terbatas, kami minta bantuan pemerintah daerah yang dilewati kereta dan kepolisian," tandasnya. Dalam waktu dekat, PT KA juga akan menandatangani perjanjian dengan kepolisian dan instansi pemerintah dalam hal pengamanan jalur kereta. Namun hingga kini belum diketahui bagaimana bentuk dan pola kerjasamanya.Sebagai moda transportasi yang cukup digemari memang sudah sepatutnya kereta api terus berbenah. Mereka seharusnya tak hanya mengandalkan tarif murah, melainkan juga kenyamanan dan keselamatan. Berdasarkan catatan kepolisian, selama periode Januari-Oktober 2007 kuantitas kecelakaan kereta api masih cukup tinggi, yakni 101 kasus. Namun dari sisi kualitas, kereta api bisa dikatakan cukup bagus, karena hanya ada satu orang yang meninggal.
(try/nrl)











































