Berdasarkan pantauan tim detikcom di lokasi pada Selasa (28/4/2026), Presiden Prabowo beserta Mensesneg Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono mendatangi lokasi kejadian kemudian menyampaikan keprihatinannya.
Setelah itu, Prabowo menyebutkan akan segera melakukan investigasi terkait kejadian ini. Dia juga menyetujui adanya pembangunan flyover di dekat lokasi kejadian. Anggaran pembangunan disiapkan melalui skema bantuan Presiden.
"Bekasi telah mengajukan dibuat flyover karena Bekasi ini juga padat ya dan keperluan kereta api itu sangat penting, sangat mendesak, jadi saya sudah setujui segera dibangun flyover," ujar Prabowo.
Terkait jumlah korban, berdasarkan data yang dihimpun detikcom pada pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia dan 84 orang luka-luka. Terkait hal ini, Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin mengatakan jika korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Sementara itu, para korban yang mengalami luka sudah ditangani secara medis di sejumlah rumah sakit, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat. Para korban yang sudah ditangani sebagian sudah boleh untuk meninggalkan rumah sakit dan kembali ke rumah masing-masing.
Sembari menjalankan proses evakuasi, sejumlah pihak mulai mengevaluasi tabrakan antara kereta api Argo Bromo dengan Kereta Rel Listrik (KRL) yang terjadi pada Senin (27/4) malam di Stasiun Bekasi Timur. Komisi V DPR RI mendorong adanya perbaikan di seluruh lini.
Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda menyoroti soal banyaknya perlintasan sebidang di seluruh Indonesia. Kemudian, dia juga soal sinyal lalu lintas kereta api. Menurut dia, KA Argo Bromo seharusnya dapat meminimalisasi kecelakaan dengan memperlambat laju kereta.
"Kami menyoroti persoalan sistem persinyalan (signaling). Seharusnya, KA Argo Bromo Anggrek dapat memperlambat atau bahkan menghentikan perjalanan saat terdapat gangguan di lintasan. Pertanyaannya adalah ketika KRL 5181 terlibat insiden dengan taksi dan KRL 5588A menghentikan perjalanannya di Stasiun Bekasi Timur, mengapa KA Argo Bromo Anggrek tetap melaju? Apakah ini murni persoalan sistem sinyal atau ada unsur kelalaian manusia (human error)?" tutur dia.
detikSore hari ini akan mengikuti perkembangan informasi terkait tabrakan kereta Argo Bromo dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Simak laporan terbaru jurnalis detikcom dari sejumlah titik konsentrasi evakuasi.
Ikuti terus ulasan mendalam berita-berita hangat detikcom dalam sehari yang disiarkan secara langsung langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 15.30-18.00 WIB, di 20.detik.com dan TikTok detikcom. Sampaikan komentar Anda melalui kolom live chat yang tersedia.
"Detik Sore, Nggak Cuma Hore-hore!"
(vys/gub)