KAI mendirikan pos tanggap darurat imbas kecelakaan kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi. Pos tanggap darurat dibuka selama 2 minggu.
"Kami extend pos tanggap darurat 2 minggu. 14 hari ke depan ada di Stasiun Gambir dan di Stasiun Bekasi Timur ini," ujar Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, dalam konferensi pers di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Basarnas juga menyatakan proses evakuasi korban kecelakaan KA telah selesai. Seluruh korban yang dievakuasi merupakan penumpang perempuan. Sebagai informasi, gerbong yang ditabrak KA Argo Bromo Anggrek merupakan gerbong khusus perempuan.
"100 persen yang kita evakuasi (korban) perempuan," kata Kabasarnas Mayjen M Syafii kepada wartawan di lokasi.
Dia menjelaskan proses evakuasi selesai pada pukul 08.00 WIB tadi. Seluruh tim SAR juga telah dipulangkan.
Syafii menyatakan pihaknya akan melakukan tindakan sesuai prosedur jika ada potongan tubuh yang ditemukan lagi di gerbong KRL. Kecelakaan tersebut terjadi pada Senin (27/4) malam.
Total korban tewas akibat kecelakaan itu berjumlah 14 orang. Selain itu, ada 84 orang yang terluka.
Kecelakaan terjadi saat KRL yang ditabrak sedang berhenti karena ada KRL lain yang tertemper taksi di perlintasan sebidang dekat di Stasiun Bekasi Timur. Tabrakan keras mengakibatkan gerbong khusus wanita yang berada di belakang hancur ditembus lokomotif KA Argo Bromo Anggrek.
Lihat Video 'Update Terkini Rute Operasional KRL Pagi Ini':











































