Pemimpin Aliran Sesat di Aceh Dilempari Duit
Selasa, 30 Okt 2007 12:41 WIB
Jakarta - Dilempari batu jelas emoh, tapi dilempari duit, siapa yang menolak? Aliran sesat di Aceh ini cukup unik. Pengikutnya melempari uang dengan nominal beragam ke sang imam. Ritual itu dilakukan untuk membersihkan diri.Aliran ini diceritakan Wakil Ketua Komisi VIII DPR Farhan Hamid kepada detikcom, Selasa (30/10/2007). "Kita belum sampai dapatkan nama resminya," katanya. Dikatakan dia, aliran ini pernah muncul sebelum tahun 2000 tetapi karena dilarang oleh MUI tidak ada gaungnya lagi. Namun akhir-akhir ini marak lagi meskipun gerakannya sembunyi-sembunyi.Menurut dia, aliran itu antara lain tidak mengharuskan salat 5 waktu."Mereka menganggap orang lain tidak sama dengan dirinya sehingga kalau ada orang Islam yang lain bersentuhan atau salat di kelompoknya harus dibersihkan seperti saat bertemu anjing," beber pria asal Aceh ini.Selain itu, lanjut Farhan, aliran itu menentukan ada suatu hari tertentu melempari sang imam dengan uang sebagai bentuk pembersihan diri. "Uang seikhlasnya, besarannya macam-macam," ujarnya.Farhan meminta agar masalah ini ditangani secera persuasif karena diduga sang pemimpin hanya ingin mengeruk keuntungan.
(aan/nrl)











































