Ortu Yulvie Bawa Tiga Surat Bergambar Boneka Singa

Ortu Yulvie Bawa Tiga Surat Bergambar Boneka Singa

- detikNews
Selasa, 30 Okt 2007 12:12 WIB
Ortu Yulvie Bawa Tiga Surat Bergambar Boneka Singa
Bandung - Harapan untuk bertemu kembali dengan buah hatinya, Achriani Yulvie (19), tidak pernah pupus di benak pasangan suami istri Ahmad Suprapto dan Tati Sumiati. Dengan satu petunjuk berupa tiga surat bergambar boneka singa, keduanya mendatangi Polsek Kiaracondong, Bandung. Keduanya tiba pukul 09.40 WIB di Polsek Kiaracondong, Jalan Ibrahim Adjie, Selasa (30/10/2007). Mereka membawa tiga lembar fotokopi surat Yulvie, Fitriyanti dan Evi. Nama dua terakhir adalah korban hilang setelah Yulvie yang diduga ikut kelompok Alquran Suci. Fitriyanti warga Gang Desa Bandung dan Evi adalah warga Jakarta. "Kami yakin mereka sama-sama dalam satu kelompok. Lihat saja, gambar kertas surat dan kartu lebarannya sama," ujar Tati kepada wartawan. Selain menunjukkan fotokopi surat tersebut, Tati memperlihatkan surat asli milik Yulvie yang diterima pada tanggal 20 Oktober lalu. Menurutnya surat itu diterima sekaligus dengan satu kerudung berwarna cokelat yang dipaketkan. Inti dari surat itu, Yulvie menyampaikan terimakasih kepada orangtuanya serta mengabarkan kalau dirinya baik-baik saja serta memohon maaf. Yulvie pun mengatakan jika dirinya suatu saat akan pulang. Oleh karenanya, dia minta orangtuanya jangan khawatir Isi yang sama juga tertera dalam surat fotokopi Fitriyanti dan Evi. "Saya ingin Yulvie cepat pulang. Ingat, kamu di Bandung untuk kuliah bukan untuk ikut aliran ini itu," ujar Tati lirih. Sementara itu menurut Ahmad, sengaja dirinya memberikan tiga buah surat itu kepada polisi agar bisa menjadi petunjuk. "Kami ke sini untuk tanya perkembangan pencarian anak saya," ujar Ahmad. Sayangnya, harapan Ahmad tampaknya belum bisa terkabul. Jangankan perkembangan pencarian anaknya, bahkan polisi pun masih belum mengetahui jelas kasusnya tersebut. Padahal menurut pengakuan Ahmad, dirinya pernah melaporkan kasus ini pada tanggal 27 September 2007. Saat keduanya tiba, mereka diterima di ruang tamu dan ditanyai oleh satu orang anggota. Sekitar 15 menit kemudian, Kapolsek Kiaracondong AKP Ferry Irawan keluar dari ruangannya namun tidak langsung menghampiri Ahmad dan Tati. "Sudah ada perkembangan baru? Apa hasilnya? Kalau di Polwil sudah ada perkembangan? Eh, ini keluarga siapa?" tanya Kapolsek kepada wartawan. Beberapa menit kemudian, Ahmad dan Tati dipanggil ke ruangannya. Di dalam ruangan hanya sekitar 10 menit. Kemudian orangtua Yulvie keluar ruangan dan disuruh langsung mendatangi Polwiltabes Bandung dengan didampingi satu orang anggota Polsek. Hingga pukul 11.15 WIB, Ahmad dan Tati masih berada di Ruang Reskrim Polwiltabes Bandung. (ern/nrl)


Berita Terkait