Orangtua Berharap Dwi Aryani Segera Pulang

Orangtua Berharap Dwi Aryani Segera Pulang

- detikNews
Selasa, 30 Okt 2007 11:15 WIB
Yogyakarta - Sugito (55), orangtua Dwi Aryani (20) yang diduga hilang karena mengikuti aliran al Quran Suci, berharap anaknya secepatnya pulang ke rumah di Yogyakarta. Sugito mengaku kebingungan dan sudah tak punya biaya lagi mencari Aryani di kota lain selain Bandung."Saya dan keluarga yang lain bingung, mau cari kemana lagi. Sudah dua minggu lebih tidak ada kabarnya lagi," kata Sugito kepada detikcom di rumahnya kampung Blunyah Gede No 202 Rt 11/RW 34 Desa Sinduadi Kecamatan Mlati Sleman, Selasa (30/10/2007).Sugito mengaku seminggu setelah anaknya pergi, dirinya bersama anggota keluarga yang lain selama 2 hari pergi ke Bandung untuk mencari. Di tempat kerjanya, di Yogya Departement Store Kepatihan Kota Bandung dan tempat kosnya, juga tidak ditemukan. Dirinya juga sudah melaporkan ke polisi di Bandung. Polisi bersama anggota keluarga yang lain juga telah mendatangi beberapa tempat yang diduga tempat Aryani mengikuti kelompok pengajian juga sudah tak ada."Teman kerja hingga pimpinan karyawan maupun teman dekat dan teman kos tidak ada yang tahu," kata Sugito menahan sedih.Menurut dia, berdasarkan keterangan Ahmad, teman dekat Aryani di Bandung, kontak terakhir lewat SMS pada hari Jumat 12 Oktober saat akan berangkat pulang ke Yogya menggunakan kereta api. Namun ternyata dia tidak pulang. Setelah itu tidak ada kabar lagi.Dia mengatakan sebuah surat yang dikirimkan Aryani ke rumah di Blunyah Gede yang mengabarkan dirinya dalam keadaan sehat dan sudah bekerja di Jakarta dengan teman-teman wanita semua dari Jawa. Namun pihak keluarga belum percaya sepenuhnya. Keluarga juga berusaha menghubungi lewat HP milik Aryani, tapi tak pernah berhasil."Itu surat budheg (tuli-red) yang hanya ngeyem-yemi (menyenangkan) orangtua saja. Surat itu berstempel pos Tangerang. Tapi kami juga belum percaya bisa saja surat itu asal diposkan saja," kata bapak dua anak.Sugito mengaku sangat sedih dengan hilangnya anak bungsunya itu. Selama hampir 2 tahun bekerja di Bandung, dia tidak pernah macam-macam seperti yang dipesan orangtuanya. Namun setelah itu mengikuti kelompok pengajian itu, malah pergi tanpa ada pesan sehingga membuat keluarganya sedih dan bingung."Ini cobaan besar bagi kami. Dia itu juga menjadi tumpuan hidup keluarga. Sekarang ini, saya tidak bisa bekerja lagi karena banyak memikirkan nasib Aryani," kata Sugito yang sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan di sekitar Yogyakarta. (bgs/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads