Aliran Sesat Dihakimi Massa, Pertanda Aparat Negara Lemah

Aliran Sesat Dihakimi Massa, Pertanda Aparat Negara Lemah

- detikNews
Selasa, 30 Okt 2007 11:13 WIB
Jakarta - Banyaknya aliran sesat yang dihakimi massa menunjukkan lemahnya kerja aparat negara. Departemen Agama (Depag) kurang bisa membina toleransi, dan Kejaksaan Agung (Kejagung) kurang mengawasi aliran itu.Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi VIII Zulkarnaen Djabbar kepada detikcom di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (30/11/2007)."Ini akibat Depag kurang proaktif membina dan menjaga toleransi. Kejaksaan juga kurang proaktif dalam melakukan pengawasan. Ke depan harus diperbaiki," ujar Zulkarnaen.Sebelum aliran-aliran tersebut meresahkan masyarakat, negara melalui aparaturnya harus sudah bertindak lebih cepat. Sehingga tidak terjadi aksi main hakim sendiri."Aksi main hakim sendiri karena kelambatan aparat mengatasi ini. Perlu ada koordinasi antara instansi terkait soal maraknya aliran sesat ini," imbuh dia.Saat ditanya efektivitas hukuman penjara bagi penganut aliran sesat, menurut Zulkarnaen, hukuman penjara tetap diperlukan. Namun hukuman itu harus dibarengi dengan proses dialog dan pencerahan, karena terkait dengan persoalan keyakinan, bukan kriminal."Keyakinan itu soal hati. Dia nggak bisa dipaksa meskipun sudah dipenjara. Penjaranya harus lebih khusus dengan program pencerahan dan dialog. Tidak bisa disamakan dengan napi-napi kriminal," kata dia. (nwk/sss)


Berita Terkait