Sering 'Dikalahkan' Muhammadiyah, NU Akan Balas Dendam

Sering 'Dikalahkan' Muhammadiyah, NU Akan Balas Dendam

- detikNews
Selasa, 30 Okt 2007 06:04 WIB
Jakarta - Dua ormas Islam terbesar di Indonesia, NU dan Muhammadiyah mengalami pasang surut dalam membina hubungan baik. Tak jarang, kedua kelompok ini sering bersaing dalam berbagai hal. Merasa sering dikalahkan Muhammadiyah dalam beberapa hal, NU pun menyatakan akan 'balas dendam' kepada Muhammadiyah."Kita pernah main bola bersama bulan puasa kemarin. Harusnya agar rukun, kita golnya imbang, tapi karena ada kesalahan teknis kita menang 4-2. Tapi NU mau balas dendam setelah lebaran," ujar ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin.Hal tersebut ia sampaikan saat memberikan sambutan dalam acara halal bihalal yang diselenggarakan PP Muhammadiyah di kantor Muhammadiyah, Jl Cikini Raya, Jakarta, Senin (29/10/2007).Kemenangan Muhammadiyah atas NU ini, menurut Din karena Muhammadiyah memiliki pemain bek yang tangguh, yakni Menteri Perindustrian, Fahmi Idris. Fahmi yang juga hadir dalam acara ini terlihat tersenyum malu.Hubungan NU-Muhammadiyah, sering dihadap-hadapkan, sehingga umat di tingkat grass root sering menuai benihnya. Namun, saat ini hubungan kedua ormas ini sedang hangat-hangatnya."Dua organisasi ini sering dianggap berhadapan, padahal sekarang ini kita sangat akrab sekali," kata Din.Keeratan hubungan ini bukan hanya omong kosong. Baru-baru ini kerjasama di bidang ekonomi pun dilakukan. Kegiatan ini berpusat di Malang, Jawa Timur."Kita telah melakukan kerja sama dalam pemberdayaan ekonomi. Muhammadiyah diwakili oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), sedang NU diwakili oleh Pondok Pesantren Al Hikam (pesantren milik KH Hasyim Muzadi yang terletak di Jl Cengger Ayam, Malang),".Keeratan hubungan kedua ormas terbesar di Indonesia ini sangat diharapkan. Apalagi umat Islam saat ini sedang diuji dengan upaya-upaya pemelencengan akidah oleh segelintir orang yang mengaku mendapat wahyu untuk menjadi rasul pengganti Nabi Muhammad."Agar ini tidak terjadi lagi, kita harus meningkatkan tasammuh (toleransi) antar sesama umat islam," tandas Din. (anw/nvt)


Berita Terkait