Al Qiyadah Marak, Din Syamsuddin Merasa Bertanggung Jawab
Selasa, 30 Okt 2007 01:23 WIB
Jakarta - Aliran Al Qiyadah yang menjadi pusat perhatian masyarakat akhir-akhir ini menimbulkan kecaman para tokoh agama. Meski demikian, tak sedikit pula yang mengambil hikmah dengan mencuatnya peristiwa ini."Ini bisa terjadi akibat dakwah Islamiyah belum mendalam," kata Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin di sela-sela halal bihalal dengan para pemimpin ormas Islam di kantor Muhammadiyah, Jl Cikini Raya, Jakarta, Senin (29/10/2007).Kebanyakan ormas Islam, termasuk Muhammadiyah, menurut Din, disibukkan dengan kegiatan-kegiatan keorganisasian tanpa memikirkan umat Islam di luar organisasi masing-masing. "Kita selama ini disibukkan dengan urusan kita sendiri," kata Din.Padahal, menurut dia, hanya sekitar 100 juta umat Islam di Indonesia yang menjadi anggota NU, Muhammadiyah, ataupun ormas Islam lainnya."Ada sekitar 190 juta umat Islam yang ada di Indonesia. Hanya 100-an juta yang masuk dalam ormas Islam," imbuh Din.Dengan munculnya ajaran Al Qiyadah yang oleh MUI dan Kejati DKI Jakarta dianggap sesat ini, menurut Din, para tokoh Ormas Islam diajak kembali menyiarkan dakwah Islamiyah kepada seluruh umat Islam tanpa pandang bulu. Hal itu dimaksudkan agar ajaran Islam dapat dipahami dengan sebenar-benarnya.Saat ditanya kenapa justru banyak kaum muda yang terjerumus ke dalam aliran sesat semacam Al Qiyadah ini, menurut Din hal ini juga terjadi karena imbas reformasi."Karena imbas reformasi, orang menjadi bebas untuk berbuat apa saja. Termasuk dalam melaksanakan ajaran agama," tandasnya.
(anw/nvt)











































